GALERI: Para 'one win wonder' di Formula 1

dibagikan
komentar
GALERI: Para 'one win wonder' di Formula 1
Oleh: Fabien Gaillard
17 Jul 2018 02.07

Jika di dunia musik ada sebutan 'one hit wonder', maka di Formula 1 ada juga para peraih 'one win wonder' karena hanya pernah meraih satu kali kemenangan. Siapa sajakah mereka?

Lihat juga:

Slider
List

Johnnie Parsons (Kurtis Kraft) - Indy 500 1950

Johnnie Parsons (Kurtis Kraft) - Indy 500 1950
1/33

Foto oleh: IndyCar Series

Pada musim perdana F1 di tahun 1950, Indy 500 menjadi satu-satunya balapan yang digelar di luar benua Eropa. Uniknya, balapan ini juga hanya diikuti oleh para pembalap dan tim asal Amerika Serikat. Johnnie Parsons memimpin sebanyak 115 lap sebelum balapan dihentikan di lap ke-138 karena datangnya badai.

Lee Wallard (Kurtis Kraft) - Indy 500 1951

Lee Wallard (Kurtis Kraft) - Indy 500 1951
2/33

Foto oleh: IndyCar Series

Hanya ada delapan mobil yang berhasil melintasi garis finis balapan Indy 500 1951. Lee Wallard keluar sebagai pemenang.

Luigi Fagioli (Ferrari) - GP Perancis 1951

Luigi Fagioli (Ferrari) - GP Perancis 1951
3/33

Foto oleh: LAT Images

Luigi Fagioli memang ikut tercatat sebagai pemenang balapan GP Perancis 1951, tapi ia tidak berada di balik kemudi mobilnya saat melintasi garis finis. Juan Manuel Fangio, yang mobilnya mengalami masalah mekanis, mendapat perintah dari sang bos, Ferrari, untuk menggantikan Fagioli di tengah-tengah balapan dan membawa mobil Alfa Romeo 159B hingga selesai. Terkenal temperamen, Fagioli, meluapkan kemarahannya dan langsung pensiun dari balap F1 di saat itu juga. Hingga saat ini ia masih memegang rekor pemenang balapan F1 tertua dalam usia 53 tahun 22 hari.

Piero Taruffi (Ferrari) - GP Swiss 1952

Piero Taruffi (Ferrari) - GP Swiss 1952
4/33

Foto oleh: LAT Images

Troy Ruttman (Kuzma) - Indy 500 1952

Troy Ruttman (Kuzma) - Indy 500 1952
5/33

Foto oleh: IndyCar Series

Troy Ruttman masih memegang rekor pembalap termuda yang berhasil memenangi Indy 500 dalam usia 22 tahun 80 hari. Ia juga sempat menjadi pemenang balapan F1 termuda sebelum rekornya dikalahkan Fernando Alonso.

Bob Sweikert (Kurtis Kraft) - Indy 500 1955

Bob Sweikert (Kurtis Kraft) - Indy 500 1955
6/33

Luigi Musso (Ferrari) - GP Argentina 1956

Luigi Musso (Ferrari) - GP Argentina 1956
7/33

Foto oleh: LAT Images

Lagi-lagi pemenang balapan F1 yang tidak melintasi garis finis! Dan Fangio kembali ikut ambil bagian. Seperti yang terjadi di Perancis lima tahun sebelumnya, mobil Fangio lebih dulu rusak. Ia kemudian menggantikan Luigi Musso yang sedang melaju di posisi kelima. Seperti biasa, Fangio tampil gemilang dan dengan cepat merangsek ke depan hingga akhirnya finis pertama.

Pat Flaherty (Watson) - Indy 500 1956

Pat Flaherty (Watson) - Indy 500 1956
8/33

Sam Hanks (Epperly) - Indy 500 1957

Sam Hanks (Epperly) - Indy 500 1957
9/33

Foto oleh: IndyCar Series

Jimmy Bryan (Epperly) - Indy 500 1958

Jimmy Bryan (Epperly) - Indy 500 1958
10/33

Foto oleh: IndyCar Series

Rodger Ward (Watson) - Indy 500 1959

Rodger Ward (Watson) - Indy 500 1959
11/33

Foto oleh: IMS LLC

Jo Bonnier (BRM) - GP Belanda 1959

Jo Bonnier (BRM) - GP Belanda 1959
12/33

Foto oleh: LAT Images

Jim Rathmann (Watson) - Indy 500 1960

Jim Rathmann (Watson) - Indy 500 1960
13/33

Foto oleh: IndyCar Series

Giancarlo Baghetti (Ferrari) - GP Perancis 1961

Giancarlo Baghetti (Ferrari) - GP Perancis 1961
14/33

Foto oleh: LAT Images

Giancarlo Baghetti harus bertarung sengit melawan Dan Gurney (Porsche) untuk menjuarai GP Perancis 1961.

Innes Ireland (Lotus) - GP Amerika Serikat 1961

Innes Ireland (Lotus) - GP Amerika Serikat 1961
15/33

Foto oleh: LAT Images

Stirling Moss (Lotus) dan Jack Brabham (Cooper) memperebutkan posisi pertama sebelum Brabham akhirnya tersingkir. Selang 12 lap kemudian, Moss juga harus mengakhiri balapannya lebih awal. Ireland sempat dihadapkan dengan masalah tekanan bahan bakar, tapi akhirnya bisa melintasi garis finis dengan jarak keunggulan lima detik di depan Dan Gurney (Porsche).

Lorenzo Bandini (Ferrari) - GP Austria 1964

Lorenzo Bandini (Ferrari) - GP Austria 1964
16/33

Foto oleh: LAT Images

Setelah menyalip Lorenzo Bandini, Jim Clark (Ferrari) memburu Dan Gurney (Brabham) tapi kemudian tersingkir di lap ke-40 dari total 105 lap. Gurney juga kemudian mengalami masalah suspensi, membuka jalan bagi Bandini untuk memenangi balapan denga keunggulan enam detik dari Richie Ginther (BRM).

Richie Ginther (Honda) - GP Meksiko 1965

Richie Ginther (Honda) - GP Meksiko 1965
17/33

Foto oleh: LAT Images

Ginther mendapat kesempatan pada tahun berikutnya di Meksiko. Start dari baris kedua, ia melejit ke posisi pertama hingga akhirnya finis tiga detik di depan Dan Gurney (Brabham). Ini juga jadi kemenangan pertama (tapi tidak satu-satunya) bagi Honda dan Goodyear.

Ludovico Scarfiotti (Ferrari) - GP Italia 1966

Ludovico Scarfiotti (Ferrari) - GP Italia 1966
18/33

Foto oleh: LAT Images

Peter Gethin (BRM) - GP Italia 1971

Peter Gethin (BRM) - GP Italia 1971
19/33

Foto oleh: LAT Images

Jika hanya bisa memenangi satu balapan, maka lakukan dengan gaya. Itulah yang dilakukan Peter Gethin setelah berhasil memenangi balapan F1 paling spektakuler di Monza.

Peter Gethin (BRM) - GP Italia 1971

Peter Gethin (BRM) - GP Italia 1971
20/33

Foto oleh: LAT Images

Dalam adu cepat menuju garis finis, Gethin berhasil mengungguli empat pembalap lainnya dengan jarak yang super-ketat: Ronnie Peterson (+0,01 detik), Francois Cevert (+0,09 detik), Mike Hailwood (+0,18 detik), dan Howden Ganley (+0,61 detik).

François Cevert (Tyrrell) - GP Amerika Serikat 1971

François Cevert (Tyrrell) - GP Amerika Serikat 1971
21/33

Foto oleh: LAT Images

Setelah mengambil alih pimpinan balapan, Jackie Stewart (Tyrrell) kesulitan mengelola bannya. Stewart kemudian membuka jalan untuk rekan setim, Francois Cevert, pada lap ke-14. Jacky Ickx (Ferrari) muncul sebagai penantang terberat Cevert dengan ban Firestone yang lebih tahan lama, tapi kemudian tersingkir setelah mengalami masalah mekanis dan menumpahkan oli ke lintasan. Akibatnya, beberapa pembalap termasuk Cevert tergelincir dan sempat menabrak pagar pembatas. Tapi Cevert bertahan di posisi pertama hingga menang dengan keunggulan 40 detik.

Jean-Pierre Beltoise (BRM) - GP Monako 1972

Jean-Pierre Beltoise (BRM) - GP Monako 1972
22/33

Foto oleh: LAT Images

Dari posisi start keempat, Jean-Pierre Beltoise, menyodok ke posisi terdepan di bawah guyuran hujan deras. Dalam kondisi cuaca ekstrem, hanya Jackie Ickx (Ferrari) yang berada di lap yang sama saat balapan berakhir.

Carlos Pace (Brabham) - GP Brasil 1975

Carlos Pace (Brabham) - GP Brasil 1975
23/33

Foto oleh: LAT Images

Carlos Pace disambut riuh ribuan penonton ketika dua pembalap Brasil, ia dan Emerson Fittipaldi (McLaren), melintasi garis finis di urutan pertama dan kedua.

Jochen Mass (McLaren) - GP Spanyol 1975

Jochen Mass (McLaren) - GP Spanyol 1975
24/33

Foto oleh: LAT Images

Vittorio Brambilla (March) - GP Austria 1975

Vittorio Brambilla (March) - GP Austria 1975
25/33

Foto oleh: LAT Images

Gunnar Nilsson (Lotus) - GP Belgia 1977

Gunnar Nilsson (Lotus) - GP Belgia 1977
26/33

Foto oleh: LAT Images

Alessandro Nannini (Benetton) - GP Jepang 1989

Alessandro Nannini (Benetton) - GP Jepang 1989
27/33

Foto oleh: LAT Images

Alessandro Nannini mungkin menjadi pembalap yang paling diuntungkan dari konflik legendaris Alain Prost dan Ayrton Senna. Kedua pembalap McLaren saling bertabrakan di lap ke-47. Prost tersingkir di tempat, sementara Senna melanjutkan balapan, mengganti sayap depan, dan menyalip Nannini untuk finis di posisi pertama. Tapi karena dianggap memotong trek, Senna didiskualifikasi dan trofi juara jatuh ke tangan Nannini.

Jean Alesi (Ferrari) - GP Kanada 1995

Jean Alesi (Ferrari) - GP Kanada 1995
28/33

Foto oleh: LAT Images

Jean Alesi naik ke posisi kedua setelah start dari P5. Michael Schumacher (Benetton) melenggang di depan sebelum terkena masalah elektrik dan harus menghabiskan waktu lama di pit. Alesi yang berasal dari Perancis, mendapat tepukan meriah dari para penonton yang meluber ke trek. Akibatnya hasil akhir balapan yang sebenarnya berdurasi 69 lap, diambil berdasarkan urutan pembalap di lap ke-68.

Olivier Panis (Ligier) - GP Monako 1996

Olivier Panis (Ligier) - GP Monako 1996
29/33

Foto oleh: Sutton Images

Banyaknya pembalap yang tersingkir membuka jalan bagi Olivier Panis untuk memenangi balapan GP Monako 1996. Hingga saat ini, ia juga masih menjadi pembalap Perancis terakhir yang bisa berdiri di podium tertinggi balapan F1.

Jarno Trulli (Renault) - GP Monako 2004

Jarno Trulli (Renault) - GP Monako 2004
30/33

Foto oleh: Brousseau Photo

Robert Kubica (BMW Sauber) - GP Kanada 2008

Robert Kubica (BMW Sauber) - GP Kanada 2008
31/33

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Hanya berselang satu tahun setelah kecelakaan mengerikan yang ia alami di sirkuit yang sama, Robert Kubica memenangi balapan GP Kanada 2008.

Heikki Kovalainen (McLaren) - GP Hongaria 2008

Heikki Kovalainen (McLaren) - GP Hongaria 2008
32/33

Foto oleh: Steve Etherington / LAT Images

Pastor Maldonado (Williams) - GP Spanyol 2012

Pastor Maldonado (Williams) - GP Spanyol 2012
33/33

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Pastor Maldonado start dari posisi terdepan setelah peraih pole, Lewis Hamilton (McLaren), mendapat penalti mundur grid akibat kehabisan bahan bakar di akhir kualifikasi. Pembalap Venezuela itu dengan apik membendung gempuran pembalap tuan rumah, Fernando Alonso (Ferrari), untuk merebut kemenangan, yang hingga saat ini masih menjadi terakhir kalinya bagi tim Williams.

Artikel Formula 1 berikutnya
Honda siap ke tahap berikutnya: Juara balapan F1

Artikel sebelumnya

Honda siap ke tahap berikutnya: Juara balapan F1

Next article

Pirelli ingin akhiri konspirasi "bodoh" di Formula 1

Pirelli ingin akhiri konspirasi "bodoh" di Formula 1
Load comments