Haas: Rival protes karena tak bisa kalahkan kami

dibagikan
komentar
Haas: Rival protes karena tak bisa kalahkan kami
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
10 Sep 2018 04.49

Bos tim Formula 1 Haas, Gunther Steiner, menyebut alasan mengapa tim-tim rival melayangkan protes terhadap mereka.

Romain Grosjean menyelesaikan balapan GP Italia di urutan keenam, tapi namanya dicoret dari hasil akhir menyusul surat protes yang dilayangkan Renault perihal kejanggalan lantai mobil VF-18.

Tetapi Haas bersikeras tidak melakukan pelanggaran dan langsung mengajukan banding kepada FIA.

Akibat poin-poin yang hilang di Monza, Haas kini kembali melorot satu tingkat di bawah Renault pada klasemen konstruktor. Melihat hal tersebut Steiner mengaku tahu alasan mengapa rival terdekat mereka melakukan protes.

"Saya tidak memperkirakannya, tapi memang terkadang ada orang yang bereaksi seperti itu," ujar Steiner tentang kontroversi usai GP Italia.

"Jika mereka tidak bisa mengalahkan Anda di trek, maka mereka akan mencoba mengalahkan Anda di pengadilan. Sepertinya itu yang sedang terjadi. Anda harus bekerja keras agar ada orang yang iri terhadap Anda. Kami lebih memilih bekerja dan bertarung lebih keras lagi."

Menurut Steiner, ketika tim-tim bertarung ketat satu sama lain, pada akhirnya ia mengakui bahwa akan ada aksi politis yang terjadi di luar trek.

"Terkadang kita memang harus melakukan itu. Kita harus mencoba segala cara di dunia balap. Apakah itu adalah hal yang benar? Saya akan membiarkan orang lain yang menilainya."

Steiner juga menegaskan bahwa persiapan timnya tidak akan terganggu dengan proses banding yang akan dilakukan di Paris, Perancis dalam beberapa minggu ke depan.

"Itu tidak akan mengalihkan perhatian saya," pungkasnya. "Tim kami tahu ke mana upaya mereka harus dikerahkan. Perhatian kami tidak teralihkan ketika membalap. Kami selalu mencoba mendapatkan hasil yang bagus saat balapan, dan membiarkan hal-hal lain berada di luar."

Slider
List

Guenther Steiner, Team Principal, Haas F1

Guenther Steiner, Team Principal, Haas F1
1/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18
2/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18
3/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18, Carlos Sainz Jr., Renault Sport F1 Team R.S. 18

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18, Carlos Sainz Jr., Renault Sport F1 Team R.S. 18
4/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18
5/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18
6/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18
7/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18
8/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18
9/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18
10/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Artikel Formula 1 berikutnya
Eksklusif: Leclerc dan FIA bicara pentingnya halo di Formula 1

Artikel sebelumnya

Eksklusif: Leclerc dan FIA bicara pentingnya halo di Formula 1

Next article

Sebelum wafat, Marchionne optimistis dengan masa depan F1

Sebelum wafat, Marchionne optimistis dengan masa depan F1
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim Haas F1 Team
Penulis Jonathan Noble
Tipe artikel Breaking news