Formula 1 2017

Hamilton tak berencana ikuti aksi berlutut yang dikecam Trump

Pemuncak klasemen Formula 1 2017, Lewis Hamilton, mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengikuti aksi berlutut di GP Amerika Serikat.

Drivers observe the National Anthem

Sejumlah atlet olahraga di Amerika Serikat termasuk beberapa pemain NFL (National Football League) memilih berlutut ketimbang berdiri saat lagu kebangsaan didengarkan.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kekerasan polisi yang dilatarbelakangi sentimen ras.

Isu ini menjadi topik panas ketika presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengecam secara publik atlet-atlet yang ikut dalam aksi berlutut – yang pertama kali dipertunjukkan oleh mantan pemain NFL, Colin Kaepernick.

Hamilton sebelumnya mengungkapkan dukungannya dan membela orang-orang yang melakukan protes tersebut. Sebagai bentuk solidaritas, ia bahkan sempat berniat ingin ikut berlutut di GP Amerika Serikat.

Tapi hanya beberapa hari jelang balapan Austin, Hamilton mengklarifikasi perkataannya dan tidak berencana ikut dalam aksi protes.

"Saya tidak memiliki rencana apapun [soal protes]," ujarnya. "Jelas, banyak orang yang menyinggung isu tersebut – bukan aksi berlutut, tapi situasi keseluruhan di sini di Amerika.

"Saya kenal dengan orang-orang kulit hitam dan putih yang tinggal di sini di Amerika. Jadi saya tahu banyak apa yang terjadi di sini, dan opini dari orang Amerika soal aksi tersebut.

"Saya sangat menghormatinya. Saya pikir aksi yang digagas Kaepernick sungguh luar biasa dan saya sangat mendukungnya.

"Tapi saya datang ke sini untuk menang, dan itu prioritas saya saat ini. Untuk saat ini saya tidak memikirkan hal-hal lain."

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Event GP Amerika Serikat
Trek Circuit of the Americas
Pembalap Lewis Hamilton
Tim Mercedes
Tipe artikel Breaking news
Tag berita f1, donald trump
Topik Formula 1 2017