Kursinya terancam, Hartley makin berani angkat bicara

dibagikan
komentar
Kursinya terancam, Hartley makin berani angkat bicara
Oleh: Scott Mitchell
1 Nov 2018 05.29

Pembalap Toro Rosso, Brendon Hartley, mengungkap alasan mengapa ia makin berani angkat bicara di Formula 1.

Nasib pembalap asal Selandia Baru itu menjadi penuh tanda tanya menyusul keputusan Toro Rosso merekrut kembali Daniil Kvyat dan dilaporkan tengah mengincar Alexander Albon untuk kursi kedua.

Baca Juga:

Hartley menegaskan dirinya memiliki kontrak hingga 2019 dan tampak semakin gelisah dalam beberapa balapan belakangan ini. Ia bahkan mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan rilis pers resmi tim.

"Saya harus terus menjawab pertanyaan seputar masa depan saya," ujar Hartley di Meksiko.

"Mungkin sekarang saya mulai menyadari bahwa saya harus bisa membela diri dan bertarung untuk meraih tujuan saya. Itu yang sedang saya lakukan.

"Saya tahu sudah tampil bagus dalam beberapa balapan terakhir, dan saya merasa berada di posisi yang baik."

Sebelum gelaran GP Meksiko, bos tim Toro Rosso, Franz Tost, mengatakan Hartley harus menyumbangkan hasil yang lebih baik jika ingin mengamankan masa depannya di skuat Faenza.

Opini berbeda disampaikan Hartley yang beberapa kali bersikeras bahwa ia sudah mampu menyaingi rekan setimnya, Pierre Gasly, yang akan dipromosikan ke skuat utama Red Bull tahun depan.

Brendon Hartley, Toro Rosso, Pierre Gasly, Toro Rosso

Brendon Hartley, Toro Rosso, Pierre Gasly, Toro Rosso

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Namun dalam hal perolehan poin di klasemen, Hartley masih tertinggal cukup jauh karena sejauh ini ia baru mendulang empat poin, sedangkan Gasly sudah meraup 25 poin lebih banyak.

"Ada beberapa balapan di mana saya kurang beruntung di lap pertama," terang Hartley. "Terkadang selisih kami cukup ketat saat kualifikasi dan itu berdampak besar pada hasil balapan.

"Di Austria, saya merasa punya pace untuk merengkuh poin tapi kemudian suspensi saya mengalami kerusakan. Lalu di Hongaria, saya start sepuluh besar dan kami menerapkan strategi berbeda. Saya tidak sendirian, ada juga duo Renault, yang pit lebih awal tapi justru terkena overcut dari pembalap-pembalap lain. Itu juga karena Pierre menjalani lap pertama yang lebih baik."

Tidak seperti kebanyakan pembalap lain, Hartley memulai debut balapnya di F1 setelah tujuh tahun tidak berkompetisi di ajang formula. Setelah terdepak dari skuat junior Red Bull, Hartley beralih fokus ke balapan sportscar.

"Saya di sini sekarang, dan sudah merasa nyaman dengan lingkungannya. Saya merasa sudah melakukan pekerjaan yang bagus, tapi memang tidak selalu seperti yang diharapkan," tuturnya.

Slider
List

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13
1/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13
2/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Franz Tost, Team Principal, Scuderia Toro Rosso

Franz Tost, Team Principal, Scuderia Toro Rosso
3/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Brendon Hartley, Toro Rosso

Brendon Hartley, Toro Rosso
4/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13
5/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Helmut Marko, Franz Tost, Team Principal, Scuderia Toro Rosso, Brendon Hartley, Scuderia Toro Rosso

Helmut Marko, Franz Tost, Team Principal, Scuderia Toro Rosso, Brendon Hartley, Scuderia Toro Rosso
6/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13
7/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13
8/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13
9/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB14, Brendon Hartley, Toro Rosso STR13

Max Verstappen, Red Bull Racing RB14, Brendon Hartley, Toro Rosso STR13
10/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Next article
De Silvestro ingin program a la Red Bull khusus wanita

Artikel sebelumnya

De Silvestro ingin program a la Red Bull khusus wanita

Next article

Marko: Red Bull harus jadikan Verstappen juara dunia termuda

Marko: Red Bull harus jadikan Verstappen juara dunia termuda
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Brendon Hartley
Tim Toro Rosso Shop Now
Penulis Scott Mitchell
Tipe artikel Breaking news