Honda dapat bantuan Ilmor, McLaren hadapi dilema mesin

dibagikan
komentar
Honda dapat bantuan Ilmor, McLaren hadapi dilema mesin
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
23 Agt 2017 08.34

McLaren menghadapi dilema pemilihan mesin Formula 1 2018, menyusul laporan yang diterima Motorsport.com, menyebutkan bahwa Honda mendapat bantuan dari spesialis mesin Ilmor.

Zak Brown, Executive Director, McLaren Technology Group, talks to Yusuke Hasegawa, Senior Managing O
Fernando Alonso, McLaren MCL32
Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32
Yusuke Hasegawa, Senior Managing Officer, Honda
Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32
Lando Norris, McLaren MCL32
Fernando Alonso, McLaren MCL32
Lando Norris, McLaren MCL32

Setelah berbulan-bulan penuh dengan spekulasi terkait siapa yang akan memasok mesin McLaren pada tahun depan, skuat Woking itu harus segera memutuskan apakah akan melanjutkan kemitraan mereka bersama Honda atau meyakinkan Renaut untuk menjadi pemasok yang baru.

Meski pada beberapa minggu terakhir tampak kecil peluang McLaren bertahan dengan Honda, hal tersebut menjadi rumit akhir-akhir ini setelah informasi yang menyebutkan bahwa Ilmor meraih kemajuan bersama pabrikan mesin asal Jepang tersebut.

Sebagai bagian dari perombakan operasi F1, Honda menerima saran-saran dari konsultan luar untuk mempercepat perkembangan unit tenaga mereka.

Meski Honda tidak mengungkapkan identitas pasti siapa konsultan tersebut, beberapa sumber Motorsport.com telah mengonfirmasi bahwa konsultan ternama Ilmor menjadi salah satu yang bekerja keras mengatasi permasalahan mesin Honda musim ini.

Di tengah-tengah tekanan dari McLaren – termasuk tuntutan kemajuan besar jika ingin kemitraan mereka bertahan,  Honda bersama Ilmor diyakini telah meraih hasil yang memuaskan dari tes dyno.

Kabar tersebut muncul di saat yang tepat, terutama  karena McLaren harus segera mengambil keputusan soal rencana mesin F1 2018 mereka sebelum bisa memulai perbincangan kontrak dengan Fernando Alonso.

Renault tetap menjadi opsi bagi McLaren, tapi pabrikan mobil asal Perancis itu diyakini sedikit enggan melakukan ekspansi operasi di luar perjanjian yang saat ini tengah berjalan bersama Red Bull, Toro Rosso, dan tim pabrikan mereka sendiri.

Sejarah Ilmor di F1

Pakar mesin, Mario Illien, bukanlah nama sembarangan. Di ajang balap F1, ia terlibat dalam kesuksesan Mercedes dan McLaren merengkuh gelar juara dunia dua kali beruntun bersama Mika Hakkinen pada 1998-1999. Mesin yang ia garap meraih 44 kemenangan, dan 43 pole position.

Pada 2015, Ilmor bekerja sama dengan Renault. Salah satu program yang ia lakukan termasuk pembuatan purwarupa silinder tunggal atas pesanan tim Red Bull Racing.

Illien baru-baru ini juga menghadiri pertemuan FIA yang membahas masa depan format mesin F1.

Artikel Formula 1 berikutnya
McLaren konfirmasi Vandoorne untuk F1 2018

Artikel sebelumnya

McLaren konfirmasi Vandoorne untuk F1 2018

Next article

Don Nichols, pendiri Shadow wafat di usia 92

Don Nichols, pendiri Shadow wafat di usia 92

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim McLaren
Penulis Jonathan Noble
Tipe artikel Breaking news