Gagal bersaing, Honda anggap McLaren sulit beradaptasi

dibagikan
komentar
Gagal bersaing, Honda anggap McLaren sulit beradaptasi
Oleh: Lawrence Barretto
Diterjemahkan oleh: Derry Munikartono, Journalist
18 Sep 2017 12.32

Menurut bos Honda, Masashi Yamamoto, McLaren merupakan perusahaan yang kuat dan sistematis, namun sulit untuk menyesuaikan diri dengan perubahan.

McLaren Honda logo
Masashi Yamamoto, Honda
Masashi Yamamoto, Honda in the Press Conference
Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32, Carlos Sainz Jr., Scuderia Toro Rosso STR12
Daniil Kvyat, Scuderia Toro Rosso STR12
Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32
Carlos Sainz Jr., Scuderia Toro Rosso STR12
Fernando Alonso, McLaren MCL32
Fernando Alonso, McLaren MCL32
Fernando Alonso, McLaren MCL32
Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32

McLaren dan Honda memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka setelah tiga tahun yang penuh masalah. Tim yang bermarkas di Woking itu akan beralih ke Renault, sementara pabrikan asal Jepang tersebut telah menemukan tim baru, Toro Rosso.

Yamamoto mengisyaratkan Toro Rosso akan lebih mengakomodasi perubahan saat Honda bekerja sama dengan tim Italia tersebut untuk tiga musim mendatang.

"Bekerja dengan McLaren, saya sadar mereka merupakan perusahaan yang sangat besar yang sangat sistematis," ujar Yamamoto dalam wawancara di situs Honda Racing.

"Itu jelas [akan menjadi perpaduan] sangat kuat karenanya. Tapi di saat yang bersamaan, mereka sulit beradaptasi dengan perubahan.

"Bandingkan dengan Toro Rosso, [mereka] adalah perusahaan yang berkembang. Sangat penting bagi kami untuk bekerja dalam kemitraan bersama, menuju tujuan yang sama.

"Jadi bagi kami, kami sangat menantikan untuk dapat bekerja lebih dekat [dengan mereka].

"Ambil ini sebagai contoh: Jika kami ibaratkan kedua tim sebagai makanan, katakanlah McLaren adalah makanan Perancis yang sangat mewah, begitulah adanya.

"Sementara Toro Rosso lebih seperti pedesaan, sup lezat buatan sendiri di mana anda bisa menambahkan bahan baru. Kami senang melakukan itu." 

Komunikasi merupakan masalah utama yang dihadapi McLaren dan Honda, namun Yamamoto berharap pabrikan Jepang tersebut akan lebih sukses dengan partner barunya.

"Pertama-tama, Mr. Tost [Team Principal Toro Rosso] tahu banyak tentang Jepang," ujarnya. "Ia mengerti budaya [Jepang], dan ini adalah komunikasi baik yang kami miliki

"Kami telah melihat mereka juga memiliki pabrik muda dan berkembang, yang bagi Honda sangat penting karena kami bisa bekerja dengan mentalitas dan memiliki pendekatan yang sama.

"Ini merupakan awal baru dengan tim dengan pola pikir yang sama untuk melangkah maju bersama. Toro Rosso dan Honda akan memulai bekerja bersama dengan segera dan untuk tahun-tahun mendatang.

"Namun, sebelum itu kami masih memiliki sisa musim 2017 yang harus diselesaikan dengan McLaren. Jadi komunikasi yang baik antara kami masih sangat penting, begitupun performa baik di balapan yang  tersisa."

Yamamoto menambahkan Honda ingin menggunakan kesempatan dengan Toro Rosso yang bisa mengarahkan merepa untuk menjadi penyedia mesin Red Bull setelah 2019.

Mereka ingin membuktikan bahwa Honda memiliki apa yang dibutuhkan untuk sukses di Formula 1.

"Regulasi [ini] berlanjut hingga 2020. Jadi kami masih memiliki tiga tahun, dan kami ingin menunjukkan peningkatan kami dalam teknologi. Kami ingin menunjukkan potensi yang dimiliki Honda.

"Itu sangat penting bagi kami, untuk menunjukkan pada dunia bagaimana kami akan maju dan bagaimana kami membuat kesuksesan," tutup Yamamoto.

Artikel Formula 1 berikutnya
F1 makin siap dengan teknologi siaran 360 derajat

Artikel sebelumnya

F1 makin siap dengan teknologi siaran 360 derajat

Next article

Statistik menarik dari GP Singapura

Statistik menarik dari GP Singapura
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim McLaren Shop Now
Penulis Lawrence Barretto
Tipe artikel Breaking news