Honda minta F1 tutup celah regulasi mesin

dibagikan
komentar
Honda minta F1 tutup celah regulasi mesin
Oleh:
26 Mar 2019 12.53

Honda berharap Formula 1 bisa memperjelas rincian regulasi mesin supaya tidak ada “zona abu-abu” yang dapat dimanfaatkan tim.

Honda kembali ke Formula 1 pada 2015 atau tahun kedua dari penerapan regulasi mesin V6 turbohibrida.

Namun produsen mesin asal Jepang itu masih kesulitan menyamai performa dua pabrikan terdepan saat ini, Mercedes dan Ferrari. Mereka menyebut keengganan mereka memanfaatkan celah regulasi, seperti trik pembakaran oli, sebagai salah satu alasannya.

“[Ketika regulasi mesin baru dimulai] semua pabrikan langsung berusaha mencari zona abu-abu, terutama Ferrari dan Mercedes,” ungkap bos motorsport Honda, Masashi Yamamoto, kepada Motorsport.com.

“Sementara kami datang lebih telat, jadi kami tertinggal dari segi pengetahuan dan pemahaman. Jadi Honda ingin zona abu-abu itu dihilangkan. Kami ingin mereka berhenti, itu harapan kami,” tuturnya.

 

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Baca Juga:

Kabar baiknya, setidaknya buat Honda, mulai musim ini, regulasi baru menyatakan bahwa tim harus memastikan tangki oli cadangan mereka tetap kosong selama jalannya babak kualifikasi.

Pun demikian Yamamoto sadar zona abu-abu akan selalu menjadi bagian dari balapan karena para pembuat regulasi tidak memiliki pengetahuan sedalam para teknisi.

“Tapi jika bicara F1, kita tahu FIA memiliki banyak spesialis, dan kami rasa mereka masih bisa membuat regulasi yang lebih bagus agar tidak ada lagi zona abu-abu,” terangnya.

Performa Honda mulai membaik sepanjang 2018, menyusul bergabungnya kepala program IndyCar, Toyoharu Tanabe, kini sebagai direktur teknis program F1, dan ahli mesin Honda, Yasuake Asaki, untuk memimpin divisi R&D di Sakura, markas mesin Honda.

“Alasan kami bisa membuat kemajuan adalah karena kami memilih orang-orang handal dalam pengembangan di dunia balap dan membawa mereka ke tim F1 kami, kemudian diperkuat dengan kualitas pabrik kami,” tambah Yamamoto.

“Yang pasti, kami belajar dari apa yang terjadi selama tiga tahun terakhir ini, itu hal terbesar buat kami.

“Meski terkadang gagal, kami terus mencoba, dan ini kami pelajari. Jadi dari hal tersebut, kami bisa membuat kemajuan, dan itu bisa dilanjutkan pada 2019.”

Slider
Daftar

Masashi Yamamoto, Honda F1

Masashi Yamamoto, Honda F1
1/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15, menyalip Sebastian Vettel, Ferrari SF90

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15, menyalip Sebastian Vettel, Ferrari SF90
2/10

Foto oleh: Dirk Klynsmith / Sutton Images

Toyoharu Tanabe, F1 Technical Director, Honda

Toyoharu Tanabe, F1 Technical Director, Honda
3/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15
4/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing

Max Verstappen, Red Bull Racing
5/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Red Bull Racing-Honda merayakan podium ketiga yang diraih Max Verstappen

Red Bull Racing-Honda merayakan podium ketiga yang diraih Max Verstappen
6/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing

Max Verstappen, Red Bull Racing
7/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15
8/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15
9/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15
10/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Artikel berikutnya
Sebelum tes F1, Schumacher fokus debut F2

Artikel sebelumnya

Sebelum tes F1, Schumacher fokus debut F2

Artikel berikutnya

Renault ingin membuktikan kemajuan mesin

Renault ingin membuktikan kemajuan mesin
Muat komentar
Jadilah yang pertama untuk mendapatkan
berita terbaru