Honda siap ke tahap berikutnya: Juara balapan F1

Berbekal pengalaman dan kolaborasi "indah" bersama Toro Rosso dan Red Bull, Honda kini siap bergerak ke tahap berikutnya di Formula 1.

Honda siap ke tahap berikutnya: Juara balapan F1

Honda kembali ke F1 pada 2015 dan menjadi pemasok mesin eksklusif untuk McLaren. Keduanya berambisi mengulangi kemitraan yang berjalan sukses pada tahun 1988-1992.

Namun, akibat seringnya masalah reliabilitas dan buruknya performa, hubungan McLaren-Honda gagal menghasilkan podium. Setelah tiga musim bersama, kemitraan tersebut akhirnya resmi berakhir pada tahun lalu.

Baca Juga:

Honda kini beralih menjadi mitra Toro Rosso dan tengah bersiap memasok mesin untuk tim senior Red Bull di 2019.

"Tiga tahun pertama hubungan kami dengan McLaren adalah hal yang sangat, sangat penting bagi Honda. Karena tiga tahun tersebut menjadi pelajaran bagi kami setelah lama tidak berkecimpung di F1," ucap bos motorsport Honda, Masashi Yamamoto.

"Kami sangat mengapresiasi tiga tahun itu.

"Kemudian kami bergabung dengan Toro Rosso. Sejak awal kami sadar bahwa ini adalah sebuah kolaborasi yang indah, dan kami siap untuk tahap berikutnya: memenangi balapan."

"Demi memenangi balapan, kami yakin menjalin kerja sama dengan Red Bull adalah pilihan yang tepat."

VIDEO: Gasly bicara Honda dan Red Bull

Honda mendapatkan akses untuk memakai fasilitas Red Bull Technologies berkat kesepakatan yang mereka jalin dengan Toro Rosso. Pada saat yang sama Honda juga melakukan restrukturisasi organisasi dengan penekanan yang lebih besar pada aspek R&D di markas mereka di Sakura, Jepang.

Hal-hal tersebut memungkinkan Honda untuk meraih kemajuan signifikan di musim ini, tercermin dari pencapaian Pierre Gasly yang berhasil finis keempat di Bahrain. Progres pabrikan asal Jepang tersebut juga mendapat perhatian dari sang mantan, McLaren.

"Mereka adalah orang-orang yang cerdas dan bekerja sangat keras," kata CEO McLaren F1, Zak Brown, kepada Motorsport.com mengenai kemajuan Honda.

"Mereka mungkin telah belajar dari tiga tahun terakhir ini. Kami banyak berkolaborasi dengan mereka, memberikan pandangan kami tentang area-area yang mungkin bisa membantu perkembangan mereka.

"Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan selama libur balap, tapi perusahaan yang baik, orang-orang yang baik, adalah mereka yang selalu mengambil pelajaran dari masa-masa sulit."

Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport, Franz Tost, Team Principal, Toro Rosso

Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport, Franz Tost, Team Principal, Toro Rosso
1/10

Foto oleh: Andrew Hone / Motorsport Images

Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso STR13 and Fernando Alonso, McLaren MCL33

Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso STR13 and Fernando Alonso, McLaren MCL33
2/10

Foto oleh: Manuel Goria / Motorsport Images

Helmut Markko, Red Bull Racing, Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport

Helmut Markko, Red Bull Racing, Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport
3/10

Foto oleh: Andrew Hone / Motorsport Images

Pierre Gasly, Toro Rosso STR13, pit stop

Pierre Gasly, Toro Rosso STR13, pit stop
4/10

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Pierre Gasly, Toro Rosso STR13

Pierre Gasly, Toro Rosso STR13
5/10

Foto oleh: JEP / Motorsport Images

Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso STR13

Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso STR13
6/10

Foto oleh: Simon Galloway / Motorsport Images

Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso STR13

Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso STR13
7/10

Foto oleh: Manuel Goria / Motorsport Images

Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso STR13

Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso STR13
8/10

Foto oleh: Manuel Goria / Motorsport Images

Pierre Gasly, Toro Rosso STR13

Pierre Gasly, Toro Rosso STR13
9/10

Foto oleh: Andrew Hone / Motorsport Images

Brendon Hartley, Scuderia Toro Rosso STR13

Brendon Hartley, Scuderia Toro Rosso STR13
10/10

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Ikuti Motorsport.com di:

dibagikan
komentar
Bos-bos tim Formula 1 ingin jumlah balapan dikurangi

Artikel sebelumnya

Bos-bos tim Formula 1 ingin jumlah balapan dikurangi

Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim McLaren
Penulis Scott Mitchell