Jumlah pemirsa F1 di Indonesia meningkat pesat

dibagikan
komentar
Jumlah pemirsa F1 di Indonesia meningkat pesat
Oleh:
20 Jan 2019 05.30

Jumlah pemirsa Formula 1 di Indonesia dilaporkan mengalami peningkatan signifikan sepanjang musim 2018.

Formula 1, baru saja menyelesaikan musim keduanya di bawah kepemilikan Liberty Media, kembali melaporkan pertumbuhan audiens TV dan digital yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pemirsa unik global mengalami kenaikan sebesar 10 persen menjadi 490,2 juta.

Negara dengan populasi terbesar di dunia, Tiongkok, mencatat peningkatan tiga kali lipat, terutama sejak kembalinya tayangan F1 ke saluran televisi free-to-air (siaran televisi telestrial tanpa berlangganan seperti tv berbayar).

Pasar lainnya yang juga mengalami peningkatan signifikan adalah subbenua India (+87%), Perancis (+51%), Rusia (+27%), dan Amerika Serikat (+20%). Sementara dalam hal jangkauan, tiga pasar terbesar di dunia masih dipegang Brasil (115,2 juta pemirsa), Tiongkok (68 juta), dan AS (34,2 juta).

Juru kamera FOM

Juru kamera FOM

Foto oleh: Sutton Images

Dari 20 pangsa pasar terbesar F1 (berdasarkan ranking pemirsa televisi), jumlah penonton kumulatif televisi pada tahun 2018 tercatat sebesar 1,59 milyar, atau 3 persen lebih banyak dibandingkan 2017 (1,4 milyar).

Sama seperti tahun lalu, tiga pasar terbesar dunia untuk jumlah kumulatif adalah Brasil, Jerman, dan Italia. Menariknya, meski tidak disiarkan di saluran televisi free-to-air, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan terpesat ketiga, yakni 25 persen, di bawah Tiongkok (+69%), dan Perancis (+40%) tapi lebih baik dari Brasil (+20%).

GP Monako menjadi event Grand Prix yang paling menyedot perhatian pada musim 2018 dengan total 110 juta pemirsa. Enam ronde lainnya yang juga meraup lebih dari 90 juta pemirsa adalah GP Bahrain, Perancis, Austria, Inggris Raya, Italia, dan Meksiko.

Formula 1 juga mencatat pertumbuhan media sosial yang signifikan, dengan total pengikut di Facebook, Twitter, Instagram, dan Youtube kini mencapai 18,5 juta, atau 53,7 persen lebih banyak dari 2017. Para petinggi mengklaim F1 sebagai olahraga dengan pertumbuhan paling pesat di media sosial.

Slider
List

1/10

Foto oleh: Erik Junius

2/10

Foto oleh: Sutton Images

3/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

4/10

Foto oleh: Sutton Images

5/10

Foto oleh: Sutton Images

6/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

7/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

8/10

Foto oleh: Sutton Images

9/10

Foto oleh: Sutton Images

10/10

Foto oleh: Sutton Images

Next article
RESMI: Schumacher jadi pembalap junior Ferrari

Artikel sebelumnya

RESMI: Schumacher jadi pembalap junior Ferrari

Next article

Analisis: Simulator ungkap kecepatan Verstappen

Analisis: Simulator ungkap kecepatan Verstappen
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Aditya Gagat