Lima pembalap yang bisa jadi motivasi untuk Russell

George Russell kesulitan membuktikan bakatnya dengan mobil Williams yang kurang kompetitif di Formula 1. Berikut adalah lima pembalap yang mungkin bisa menjadi motivasi untuk pembalap Inggris Raya itu.

Lima pembalap yang bisa jadi motivasi untuk Russell

Fernando Alonso – Minardi (2001)

Fernando Alonso – Minardi (2001)
1/5

Foto oleh: Russell Batchelor / Motorsport Images

Mobil Williams yang dikemudikan Russell terpaut jauh dari para pesaing mereka di 2019. Namun begitu, bakal dua kali juara dunia F1, Fernando Alonso, juga mencetak hasil kualifikasi yang identik seperti Russell di penampilan perdananya bersama Minardi pada 2001.

Alonso menjadi yang tercepat ke-19, dengan selisih 3,7 detik. Dua kali tersalip pemimpin balapan, Alonso finis ke-12. Kala itu, persaingan tidak sesengit seperti sekarang sehingga Alonso bisa mengambil beberapa posisi. Pun demikian, Alonso tidak mendulang satu pun poin di musim F1 pertamanya, dengan hasil finis ke-10 sebagai capaian terbaiknya.

Alonso tidak membalap di 2002. Sebagai gantinya, ia mendapat peran penguji di Renault. Kepindahan inilah yang membuka jalan bagi Alonso untuk merengkuh dua gelar juara dunia, 32 kemenangan, dan 311 start sepanjang kariernya yang juga meliputi McLaren dan Ferrari.

Hasil di debut F1: P12

Posisi di klasemen pada musim pertama: P23

Karier F1: Dua kali juara dunia (2005, 2006), 32 kemenangan

Mark Webber – Minardi (2002)

Mark Webber – Minardi (2002)
2/5

Foto oleh: Minardi Formula 1

Kami berjanji daftar ini tidak hanya diisi pembalap-pembalap Minardi saja. Mark Webber mengikuti jejak Alonso di 2002, dan mungkin mengira dirinya juga akan menghabiskan musim pertamanya tanpa satu pun raihan poin. Webber mengisi grid ke-18 dalam penampilan debutnya di balapan kandang di Melbourne, Australia.

Namun, kejutan menanti. Setelah kekacauan di lap pertama, Webber secara mengejutkan berhasil finis kelima. Dia baru bisa mencetak poin lagi satu tahun kemudian bersama Jaguar. Tetapi Webber telah membuktikan kemampuannya dalam memanfaatkan peluang.

Hasil di debut F1: P5

Posisi di klasemen pada musim pertama: P16

Karier F1: 9 kemenangan, capaian terbaik peringkat ketiga klasemen (2010, 2011, 2013)

Daniel Ricciardo – HRT (2011)

Daniel Ricciardo – HRT (2011)
3/5

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

Pembalap binaan Red Bull, Daniel Ricciardo, merupakan pembalap ketiga Toro Rosso sembari berkompetisi di Formula Renault 3.5 2011. Ia kemudian ditempatkan di tim gurem HRT pada pertengahan musim, dan mencatat waktu dengan selisih tujuh detik di sesi kualifikasi pertamanya. Tentu saja, ini lebih disebabkan oleh beragam isu yang menimpa HRT ketimbang kemampuan pembalap Australia itu.

Red Bull meminjamkan Ricciardo ke HRT sehingga ia bisa dibandingkan dengan pembalap yang lebih berpengalaman, Vitantonio Liuzzi. Kendati gagal meraih hasil yang lebih baik dari peringkat ke-18, Ricciardo mendapat promosi ke skuat utama Toro Rosso dan akhirnya Red Bull.

Terkenal murah senyum, Ricciardo perlahan menjelma dari pembalap tim papan bawah yang nyaris tidak memiliki lawan untuk diajak berduel hingga akhirnya menjadi pembalap yang mungkin layak disebut sebagai salah satu pesalip terbaik di F1.

Hasil di debut F1: P19

Posisi di klasemen pada musim pertama: P27

Karier F1: 7 kemenangan, capaian terbaik peringkat ketiga klasemen (2014, 2016)

Valtteri Bottas – Williams (2013)

Valtteri Bottas – Williams (2013)
4/5

Foto oleh: Sutton Images

Di samping kesibukkannya berkompetisi di GP3 2011, yang akhirnya ia juarai, Valtteri Bottas juga ditunjuk sebagai pembalap ketiga di tim F1 Williams. Akan tetapi, ketika pembalap Finlandia itu melakukan debut balap di 2013, Williams turun kelas dari tim pemenang balapan di 2012 menjadi tim backmarker, yang hanya unggul dari Marussia dan Caterham.

Namun, ini tak menghentikan Bottas untuk membuat dua kejutan pada musim tersebut. Pertama, ia menjadi bintang kualifikasi basah di GP Kanada dan mengantarkan Williams, yang biasanya kesulitan menembus 10 besar, menuju grid ketiga.

Kemudian ia mencetak poin-poin pertamanya dengan hasil finis kedelapan di GP Amerika Serikat.

Hasil di debut F1: P14

Posisi di klasemen pada musim pertama: P17

Karier F1: 4 kemenangan, capaian terbaik peringkat ketiga klasemen (2017)

Esteban Ocon, Manor MRT05

Esteban Ocon, Manor MRT05
5/5

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Pembalap berikutnya dan yang terakhir mungkin akan terdengar sedikit aneh bagi sebagian orang. Digadang-gadang akan menjadi juara dunia di masa depan oleh Mercedes, Esteban Ocon justru tidak kedapatan kursi balap di F1 2019. Apakah ini menjadi peringatan untuk Russell? Tentu nama Ocon di dalam daftar ini bukan tanpa alasan.

Pembalap Prancis itu mendapat kesempatan melakukan debut balap F1 pada pertengahan musim 2016 bersama tim papan bawah Manor. Bersanding dengan sesama pembalap junior Mercedes, Pascal Wehrlein, Ocon mampu tampil meyakinkan.

Bakat Ocon pun diakui tim kustomer Mercedes, Force India, yang kemudian merekrutnya untuk musim 2017. Oke, ujung-ujungnya dalah politik yang membuatnya terdepak grid F1. Namun, Ocon belum sepenuhnya lepas dari radar Mercedes yang diyakini siap mempertimbangkan pembalap berusia 22 tahun itu untuk musim 2020.

Hasil di debut F1: P16

Posisi di klasemen pada musim pertama: P23

Karier F1: Pembalap cadangan Mercedes, capaian terbaik peringkat ke-8 klasemen (2017)

dibagikan
komentar
Jalan panjang McLaren menuju kebangkitan

Artikel sebelumnya

Jalan panjang McLaren menuju kebangkitan

Artikel berikutnya

Ferrari berharap Alfa segera ganti kontrol elektronik

Ferrari berharap Alfa segera ganti kontrol elektronik
Muat komentar