Masa depan Honda bergantung hasil Red Bull

dibagikan
komentar
Masa depan Honda bergantung hasil Red Bull
Oleh:
28 Mar 2019 06.33

Hasil yang diraih Red Bull tahun ini akan menjadi faktor penting dalam kelanjutan komitmen Honda di Formula 1 usai 2020.

Musim ini, Red Bull dan Honda memulai dua tahun kemitraan mereka. Pada ronde pembuka, GP Australia, Honda menorehkan podium perdana sejak kembali ke grid F1 pada 2015.

Ini menandai akhir dari rentetan 81 balapan tanpa podium di era mesin turbohibrida V6. Pun demikian, Honda belum 100 persen puas dan kini menargetkan kemenangan.

Seperti kebanyakan kompetitor lain, Honda masih harus menandatangani perjanjian baru dengan F1 untuk komitmen pasca-2020.

"Tahun ini akan menjadi sangat penting bagi Honda untuk memutuskan apakah akan tetap berkomitmen di Formula 1 usai 2020," kata Masashi Yamamoto, direktur pengelola Honda F1, kepada Motorsport.com.

Baca Juga:

Ia menambahkan: "Kami harus menilai situasinya secara keseluruhan.

"Regulasi 2021, tentu menjadi salah satu yang kami pertimbangkan. Begitu juga dengan aspek bisnis dan pemasaran di F1.

"Kemudian yang terakhir adalah hasil yang kami raih bersama Red Bull. Jadi ini tidak akan ditentukan dari satu hal saja."

Kembali ke F1 sebagai pemasok mesin pada 2015, Honda menjalani tiga musim penuh drama dengan McLaren. Kala itu, mesin buatan mereka sering dicap tidak reliabel dan kurang bertenaga.

Berpisah dengan skuat Woking, dan menggandeng mitra baru, Toro Rosso – tim junior Red Bull, Honda mulai menunjukkan peningkatan sepanjang musim 2018.

Kemajuan yang dibuat Honda akhirnya berhasil meyakinkan Red Bull untuk mengikuti jejak skuat junior mereka pada musim berikutnya.

Setelah lama menjadi bos motorsport Honda, Yamamoto mengatakan jabatan barunya sebagai direktur pengelola merupakan indikator perhatian Honda pada proyek F1 mereka.

"Ketika kami berkompetisi di berbagai kategori motorsport sebagai Honda, target kami adalah menang," papar Yamamoto.

"Sebelum kami bekerja sama dengan Red Bull, saya harus menjelaskan secara rinci kepada manajemen tentang bagaimana kami bisa meraih target itu.

"Jadi sekarang, feeling di perusahaan, dan orang-orang di sini, memiliki hasrat yang sama untuk menang."

Slider
Daftar

1/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Masashi Yamamoto, Honda

Masashi Yamamoto, Honda
2/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15
3/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15
4/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15
5/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15
6/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15
7/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Pierre Gasly, Red Bull Racing

Pierre Gasly, Red Bull Racing
8/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15
9/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Pierre Gasly, Red Bull Racing RB15

Pierre Gasly, Red Bull Racing RB15
10/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Artikel berikutnya
Haas akan lebih gencar dalam pembaruan

Artikel sebelumnya

Haas akan lebih gencar dalam pembaruan

Artikel berikutnya

Jadwal lengkap F1 GP Bahrain 2019

Jadwal lengkap F1 GP Bahrain 2019
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim Red Bull Racing Belanja
Tag berita f1
Penulis Scott Mitchell
Jadilah yang pertama untuk mendapatkan
berita terbaru