Memori McLaren 2007 jadi alasan Mercedes tetap waspada

dibagikan
komentar
Memori McLaren 2007 jadi alasan Mercedes tetap waspada
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
17 Okt 2018 11.38

Bos Mercedes, Toto Wolff, menunjuk memori McLaren di akhir musim 2007 sebagai peringatan bagi timnya untuk tetap waspada di sisa musim Formula 2018.

Lewis Hamilton kini memegang keunggulan besar 67 poin atas Sebastian Vettel di klasemen pembalap dengan empat balapan tersisa.

Jika Hamilton mampu menang di Austin akhir pekan ini, dan Vettel hanya bisa finis ketiga, maka pembalap Inggris Raya itu sudah bisa mengunci gelar juara dunia kelimanya.

Baca Juga:

Namun Wolff menegaskan timnya harus tetap mewaspadai hal-hal yang tidak terduga di sisa musim, dan menyebut kasus yang dialami McLaren di penghujung 2007 sebagai peringatan.

Memakai sistem poin sebelumnya, waktu itu Hamilton memimpin 17 poin dari Kimi Raikkonen dengan sisa dua balapan lagi. Ini berarti Hamilton hanya butuh satu raihan podium untuk merebut titel.

Namun kecelakaan yang dialami Hamilton saat menuju ke pit lane di Tiongkok, dan kemudian masalah girboks di Brasil, membuka jalan bagi Raikkonen untuk mencuri mahkota juara.

Ketika ditanya tentang perasaannya memiliki keunggulan besar di klasemen, Wolff berkata, "Tidak ada yang berubah. Pada 2007, dengan sisa dua balapan, dan keunggulan 45 poin jika menggunakan sistem sekarang, dia [Hamilton] masih bisa kalah.

"Saya ingin kami tetap maksimal, karena hasil DNF dan kemudian balapan aneh sudah cukup untuk membuat keunggulan itu hilang. Jadi fokus kami tidak berubah."

Meskipun Mercedes sudah bekerja keras sejak kekalahan di GP Belgia, Wolff menyadari masih ada faktor tidak terduga yang bisa terjadi di sisa musim.

"Insiden tak terduga bisa terjadi kapan saja, dan jika itu berbuntut DNF, maka keunggulan poin yang Anda miliki akan hilang begitu saja," imbuhnya.

"Saya tahu dari segi probabilitas, hal seperti itu sepertinya tidak bakal terjadi. Tapi ini adalah motorsport, ini adalah olahraga. Jadi semuanya bisa terjadi.

"Bukannya saya berharap ini terjadi, tapi bisa saja Hamilton mengalami patah jari. Maksud saya semuanya bisa terjadi di motorsport."

Slider
List

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1, Toto Wolff, Mercedes AMG F1 Director of Motorsport

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1, Toto Wolff, Mercedes AMG F1 Director of Motorsport
1/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Toto Wolff, Executive Director (Business), Mercedes AMG

Toto Wolff, Executive Director (Business), Mercedes AMG
2/10

Foto oleh: Steve Etherington / LAT Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09, leads Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09, leads Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09
3/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09
4/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09
5/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1
6/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1
7/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1
8/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1
9/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1
10/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Next article
Albon muncul sebagai kandidat kuat pengganti Hartley

Artikel sebelumnya

Albon muncul sebagai kandidat kuat pengganti Hartley

Next article

Stroll bayar penuh utang Force India

Stroll bayar penuh utang Force India
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Event GP Amerika Serikat
Tim Mercedes Shop Now
Penulis Jonathan Noble
Tipe artikel Breaking news