Mobil F1 diprediksi bakal lebih panjang di 2019

dibagikan
komentar
Mobil F1 diprediksi bakal lebih panjang di 2019
Oleh:
Co-author: Franco Nugnes
22 Jan 2019 13.40

Tim-tim Formula 1 diyakini akan mengadopsi konsep mobil dengan jarak sumbu roda yang lebih panjang pada 2019. Apa penyebabnya?

Dengan maksud mendorong pembalap untuk mengendarai mobilnya secara lebih agresif, jumlah bahan bakar ditambah dari 105 kg menjadi 110 kg. Tambahan lima kilogram ini diharapkan bisa mengurangi praktik manajemen bahan bakar yang tidak disukai banyak fans.

Namun begitu, perubahan ini juga memaksa tim-tim untuk berpikir keras bagaimana memperbesar ukuran tangki bahan bakar. Karena ini berarti akan ada ruang berharga di bagian tengah mobil yang harus dikorbankan.

Tim tidak bisa serta merta membuat tangki bahan bakar mereka lebih tinggi dikarenakan regulasi F1 yang menetapkan batas maksimum 400mm dari sumbu longitudinal.

Regulasi dari FIA juga menyatakan bahwa tangki bahan bakar hanya bisa ditempatkan di bagian tengah sasis. Aturan ini jelas mempersempit ruang inovasi bagi tim, menyisakan dua pilihan: menjejalkan komponen yang berada di belakang tangki ke ruang yang lebih kecil, atau membuat tangki lebih panjang.

Tahun lalu, tiga tim unggulan F1, yakni Red Bull, Ferrari, dan Mercedes, mengadopsi konsep jarak sumbu roda  yang berbeda.

Pada 2018, Red Bull dan Ferrari menurunkan mobil yang lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya, masing-masing menjadi 3550 mm dan 3621 mm. Sedangkan Mercedes kukuh dengan 3726 mm.

VIDEO: Komparasi mobil Mercedes, Ferrari, Red Bull pada 2018

Berkaca pada hasil memuaskan yang mereka raih musim lalu, Mercedes kemungkinan tidak akan mengubah jarak sumbu roda mereka, dan lebih memilih mengemas bagian belakang mobil dengan lebih baik.

Sementara Red Bull dan Ferrari masih memiliki ruang jika mereka kembali memutuskan untuk memanjangkan mobil mereka. Diperkirakan, setiap tambahan satu kilogram bahan bakar akan membuat sumbu roda menjadi 7 mm lebih panjang. Ini berarti mobil 2019 setidaknya akan 30 mm lebih panjang, meski rumor menyebutkan ada tim yang mobilnya menjadi 50 mm lebih panjang dibandingkan 2018.

Faktor lain yang harus diperhitungkan, jika tim terpaksa harus memanjangkan sumbu roda, maka ada kemungkinan mereka akan mengikuti apa yang dilakukan Mercedes, mobil yang sangat panjang.

Pabrikan Jerman itu sudah lama percaya akan manfaat mobil yang panjang. Meski berat mobil bertambah dan kurang lincah di tikungan-tikungan lambat, permukaan mobil yang lebih luas bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan downforce.

Beredar spekulasi bahwa Ferrari kembali berniat memanjangkan mobil mereka. Diyakini skuat Maranello akan memasang transmisi yang lebih panjang, dengan memindahkan blok mesin ke posisi yang lebih jauh dari roda belakang. Hal ini akan memungkinkan desan poros belakang yang lebih radikal. Jika Ferrari memilih konsep ini, maka posisi roda depan harus dimajukan agar tetap mematuhi regulasi FIA.

Keuntungan lain adalah terbukanya ruang untuk solusi sidepod yang lebih agresif, area yang menjadi kekuatan Ferrari dalam beberapa musim belakangan ini.

Downforce dan efisiensi aerodinamika bakal menjadi elemen yang lebih penting di 2019, mengingat bentuk sayap depan yang kini dimodifikasi menjadi lebih sederhana, sementara bargeboard menjadi lebih rendah dan lebih panjang.

Namun, jika tidak ingin dibuat pusing, tim juga tidak perlu menambah kapasitas bahan bakar mereka. Dengan pengematan 10 kg bisa memangkas waktu sampai 0,3 detik, tim terkadang sengaja tidak memenuhi tangki bahan bakar agar mobil bisa melaju lebih ringan saat balapan.

Strategi ini memang tidak cocok untuk semua balapan, tapi apakah mungkin di balapan-balapan tertentu, ada keuntungan yang didapat dengan konsep mobil yang lebih pendek dan lebih ringan? Atau itu justru berdampak buruk pada performa mobil, terutama di balapan yang membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak?

Hal lain yang harus diingat adalah regulasi aero anyar pada 2019 akan menimbulkan hambatan udara yang lebih besar. Ini berarti mobil membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak sebelum mencapai kecepatan puncak di trek lurus.

Kemudian risiko yang harus dipikirkan tim dengan tangki kecil, adalah jika petaka terjadi, maka mereka harus bersiap merancang mobil serba baru di tengah musim.

Slider
List

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H
1/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Valtteri Bottas, Mercedes-AMG F1 W09

Valtteri Bottas, Mercedes-AMG F1 W09
2/10

Foto oleh: Jean Petin / Sutton Images

Pierre Gasly, Red Bull Racing RB14

Pierre Gasly, Red Bull Racing RB14
3/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Valtteri Bottas, Mercedes-AMG F1 W09

Valtteri Bottas, Mercedes-AMG F1 W09
4/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Charles Leclerc, Ferrari SF71H

Charles Leclerc, Ferrari SF71H
5/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Valtteri Bottas, Mercedes-AMG F1 W09

Valtteri Bottas, Mercedes-AMG F1 W09
6/10

Foto oleh: Jean Petin / Sutton Images

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09
7/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Charles Leclerc, Ferrari SF71H

Charles Leclerc, Ferrari SF71H
8/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Charles Leclerc, Ferrari SF71H

Charles Leclerc, Ferrari SF71H
9/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Pierre Gasly, Red Bull Racing RB14

Pierre Gasly, Red Bull Racing RB14
10/10

Foto oleh: Jean Petin / Sutton Images

Next article
Schumacher gabung manajemen milik Todt

Artikel sebelumnya

Schumacher gabung manajemen milik Todt

Next article

Drama superlicence Ticktum di F3 Asia

Drama superlicence Ticktum di F3 Asia
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Jonathan Noble
Tags berita f1 , musim 2019 , analisis f1