Formula 1 2018

F1 naikkan batas bahan bakar, pembalap bisa lebih agresif

Grup Strategi Formula 1 dan Komisi F1 sepakat untuk menaikkan batas bahan bakar dari 105 kg menjadi 110 kg mulai 2019. Perubahan ini diharapkan bisa mengakhiri praktik 'lift and coast' yang kurang populer di mata penonton.

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H, Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09, Max Verstappen, Red Bull Racing RB14 Tag Heuer, Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB14 Tag Heuer, Nico Hulkenberg, Renault Sport F1 Team R.S. 18, Carlos Sainz Jr., Renault Sport F1 Team R.S. 18, and the rest of the field at the start of the race

'Lift and coast' adalah sebuah praktik yang dipakai oleh para pembalap saat harus menghemat bahan bakar. Hal ini tidak disukai oleh mayoritas penonton karena mereka lebih ingin melihat pembalap tampil ngotot saat beraksi di lintasan.

Dengan rencana peningkatan jumlah bahan bakar, yang juga disambut baik oleh perwakilan tim pada pertemuan di Paris, para pembalap diharapkan bisa membalap lebih agresif dan terlepas dari ketakutan kehabisan bahan bakar.

Wacana ini muncul setelah tim-tim F1 dihadapkan dengan mobil yang memiliki downforce lebih tinggi, dan catatan waktu yang lebih cepat menyusul perombakan regulasi aero tahun lalu. Akibatnya konsumsi bahan bakar juga meningkat, dan pembalap harus lebih berhemat saat balapan.

Selain itu bobot pembalap dan mobil akan dihitung secara terpisah mulai 2019. Berat pembalap akan dikenai batas minimum 80 kg, dan sarung tangan biometrik juga akan diperkenalkan untuk alasan keselamatan.

Mengenai topik peningkatan aksi salip-menyalip, FIA meminta sudah ada keputusan pada akhir bulan ini, yang juga merupakan tenggat waktu untuk perubahan regulasi 2019. Tim-tim F1 juga ikut membantu dengan penelitian tambahan lewat CFD.

"Diskusi tentang proposal aerodinamika masih akan berlanjut, dan keputusan sudah harus bisa diambil pada akhir bulan April," tulis FIA dalam pernyataan resmi mereka.

MGU-H akan dihilangkan

FIA juga memaparkan proposal terbaru tentang regulasi mesin 2021, yang menyatakan bahwa F1 akan ditenagai dengan mesin V6 turbohibrida berkapasitas 1.6 liter, tanpa MGU-H.

Sumber Motorsport.com mengatakan bahwa Liberty dan FIA masih memiliki pandangan yang bertentangan soal konsep final dari regulasi tersebut.

Ikuti Motorsport.com di:

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tipe artikel Breaking news
Tag berita f1
Topik Formula 1 2018