Netflix wadah bagi pembalap F1 untuk berekspresi

Menurut Carlos Sainz, serial Netflix bisa menjadi wadah bagi para pembalap Formula 1 untuk menunjukkan kepribadian mereka yang sesungguhnya.

Netflix wadah bagi pembalap F1 untuk berekspresi

Banyak yang menganggap serial Netflix "Drive to Survive" telah membantu meningkatkan minat masyarakat awam terhadap Formula 1.

Penonton disajikan beragam kisah yang jarang diungkap, seperti emosi dan kemarahan team principal Haas, Gunther Steiner, usai drama pit stop dan DNF ganda pada GP Australia tahun lalu.

Sainz sendiri juga menjadi fokus di salah satu episode bersama Fernando Alonso. Ia menilai, serial Netflix telah memberikan kesempatan bagi pembalap untuk mengutarakan pendapat dengan lebih bebas.

"Sekarang pembalap harus sangat berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu kepada TV," kata Sainz kepada Motorsport.com. "Ada banyak uang dan sponsor yang terlibat, jadi Anda harus berhati-hati dalam berkata dan membuat komentar.

"Saya pikir Netflix adalah cara yang baik untuk sedikit menunjukkan kepribadian Anda di depan kamera, menunjukkan bahwa inilah kami di realita. Jika orang-orang menyukainya, bagus, jika tidak, ya sudah. Tetapi itu kepribadian saya yang sesungguhnya, dan Anda sekarang tahu."

Salah satu yang diinginkan Sainz adalah menciptakan kembali atmosfer Formula 1 seperti di era 1970 dan 1980-an, di mana pembalap dengan bebas mengkritisi para rival.

"Pada era itu, pembalap bahkan bisa berkunjung ke motorhome pembalap lain dan meninju dia atau semacamnya," jelas Sainz.

Pembalap Spanyol itu mengaku telah mendapat reaksi positif setelah tampil di serial Netflix.

Ditanya apakah ia merasa sulit ketika harus membiarkan kamera masuk ke dalam rumahnya, Sainz menjawab: "Ya cukup sulit, karena kami tidak tahu seberapa besar ekspos yang akan kami dapatkan dari itu. Kami tidak tahu seberapa besar reaksi dari serial Netflix ini. Ternyata saya mendapatkan satu episode penuh, jadi itu bagus.

"Tetapi saya dengar ada banyak pembalap yang mengeluh lantaran merasa jarang ditampilkan meski telah menghabiskan banyak waktu bersama Netflix. Mungkin itu juga harus diperhatikan.

"Karena selama ini itu belum diatur dalam kontrak. Mudah-mudahan itu bisa diperjelas di dalam kontrak kami."

Carlos Sainz Jr., McLaren

Carlos Sainz Jr., McLaren
1/10

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Carlos Sainz Jr., McLaren

Carlos Sainz Jr., McLaren
2/10

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Carlos Sainz Jr., McLaren MCL34

Carlos Sainz Jr., McLaren MCL34
3/10

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Carlos Sainz Jr., McLaren MCL34

Carlos Sainz Jr., McLaren MCL34
4/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Carlos Sainz Jr., McLaren

Carlos Sainz Jr., McLaren
5/10

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Carlos Sainz Jr., McLaren

Carlos Sainz Jr., McLaren
6/10

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Carlos Sainz Jr., McLaren

Carlos Sainz Jr., McLaren
7/10

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Carlos Sainz Jr., McLaren MCL34

Carlos Sainz Jr., McLaren MCL34
8/10

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Carlos Sainz Jr., McLaren MCL34

Carlos Sainz Jr., McLaren MCL34
9/10

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Carlos Sainz Jr., McLaren

Carlos Sainz Jr., McLaren
10/10

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Russell paham tekanan pembalap junior Red Bull

Artikel sebelumnya

Russell paham tekanan pembalap junior Red Bull

Artikel berikutnya

Vettel kritisi pemberitaan team order Ferrari

Vettel kritisi pemberitaan team order Ferrari
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Carlos Sainz Jr.
Tim McLaren
Penulis Jonathan Noble