Pirelli jelaskan penyebab terkikisnya ban Raikkonen

dibagikan
komentar
Pirelli jelaskan penyebab terkikisnya ban Raikkonen
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
4 Sep 2018 10.10

Pirelli membeberkan penyebab terkikisnya ban milik pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen, pada balapan Formula 1 GP Italia.

Tim-tim Formula 1 tidak mendapat awal GP Italia yang ideal setelah sesi latihan pertama terganggu oleh kondisi cuaca buruk. Sementara kecelakaan dramatis yang dialami Marcus Ericsson memaksa sesi latihan kedua harus terpotong 20 menit.

Baca Juga:

Akibatnya tim hanya bisa melakukan paling banyak 10 lap selama program long-run atau simulasi balapan. Angka tersebut jauh dari kata cukup untuk bisa memahami karakteristik ban yang akan dipakai pada balapan.

"Jumat menjadi hari yang aneh karena FP1 berlangsung dalam kondisi basah, jadi tim-tim harus memfokuskan pekerjaan mereka di FP2," kata bos motorsport Pirelli, Mario Isola.

"Tapi setelah itu ada kecelakaan yang dialami [Marcus] Ericsson, jadi FP2 hanya menyisakan waktu satu jam bagi mereka untuk mencari setup mobil, mengetes dua kompon untuk mencari lap delta, dan melakukan long-run dengan bahan bakar penuh.

"Long-run dilakukan sebanyak 10 lap, kemudian lewat hasil itu mereka harus memprediksi apa yang akan terjadi, tapi itu bukan sesuatu yang linear."

Meski kurangnya sesi latihan di trek dialami oleh semua tim, masalah yang dialami Raikkonen dipicu oleh kejadian yang ia hadapi selama balapan.

Setelah melakukan pit stop, Raikkonen harus berupaya keras agar tidak terkena overcut dari Lewis Hamilton, dengan kata lain pembalap Finlandia itu terpaksa menguras performa bannya lebih lama dari biasanya. Kemudian ia terhambat oleh Valtteri bottas yang membuatnya kehilangan downforce dan lebih sering tergelincir.

"Karena tingkat keausannya rendah, kompon soft jadi lebih mudah terkikis," terang Isola. "Tingkat keausan yang rendah berarti akan memunculkan panas lebih banyak di dalam kompon.

“Jika Anda menempel mobil lain, maka Anda akan kehilangan downforce, dan lebih mudah tergelincir. Sementara kompon supersoft memiliki cengkeraman lebih besar dan tidak mudah tergelincir.

"Setelah itu jika bannya baru dan dikuras sejak lap pertama, maka Anda akan memperparah efeknya."

Slider
List

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H
1/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H
2/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09
3/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H
4/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H
5/10

Foto oleh: Alex Galli

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09
6/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09
7/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09
8/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09
9/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Podium GP Italia

Podium GP Italia
10/10

Foto oleh: Alex Galli

Artikel Formula 1 berikutnya
Mercedes selidiki anjloknya kecepatan Ferrari

Artikel sebelumnya

Mercedes selidiki anjloknya kecepatan Ferrari

Next article

Super Formula targetkan rekor Senna di Okayama

Super Formula targetkan rekor Senna di Okayama
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Event GP Italia
Pembalap Kimi Raikkonen Shop Now
Tim Ferrari Shop Now
Penulis Jonathan Noble
Tipe artikel Breaking news