Formula 1
R
GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
61 hari
Selengkapnya:

Pirelli: Kembalinya perang ban F1 akan merusak persaingan

Pirelli mengaku tidak setuju dengan ide kembalinya 'perang ban' Formula 1 karena dinilai akan menambah biaya dan merusak persaingan di lintasan.

Pirelli: Kembalinya perang ban F1 akan merusak persaingan
Mario Isola, Pirelli Sporting Director at the Pirelli 2018 launch

Pirelli telah menjadi satu-satunya pemasok resmi ban F1 sejak 2011 dan masih memiliki kontrak eksklusif hingga akhir musim 2019.

Dalam survei global fans F1 yang diadakan Motorsport Network, tercatat 69,4 persen fans menginginkan kembalinya kompetisi antara para pabrikan ban.

Tapi menurut bos Pirelli Motorsport, Mario Isola, dirinya tidak yakin 'perang ban' akan terjadi kembali di F1.

"Situasinya berbeda, karena untuk saat ini kami memasok produk yang sama ke semua tim," ucapnya di panggung Autosport International 2018. "Jadi dari segi ban, semua tim memiliki performa yang sama.

"Jika kompetisi [ban] dibuka, maka biaya juga akan naik karena keperluan tes. Anda akan melihat tim-tim besar memakai ban yang lebih bagus ketimbang tim-tim papan tengah atau bawah, karena Anda tidak diwajibkan memasok ban yang sama.

"Anda akan menciptakan perbedaan antara tim-tim besar dengan yang lain. Mungkin dengan dua atau tiga pabrikan ban, kita bisa melihat beberapa tim bersaing di depan, tapi sisanya akan kesulitan mendapatkan performa.

"Dengan ban, Anda bisa memangkas setengah detik atau bahkan lebih, jadi perbedaan itu bisa semakin besar."

Musim terakhir terjadinya rivalitas antara dua pemasok ban adalah pada 2006 yang saat itu melibatkan Michelin dan Bridgestone.

Musim menarik di 2018

Isola kemudian menambahkan bahwa musim 2018 yang akan datang diperkirakan akan berjalan lebih menarik dari tahun lalu.

"Musim lalu tidak terlalu buruk, kita punya dua tim, Mercedes dan Ferrari, saling bertarung," ujarnya. "Red Bull juga tampil kuat di penghujung musim.

"Tahun ini, saya memperkirakan tiga tim ini akan melanjutkan pertarungan mereka, ditambah beberapa penampilan kejutan dari tim lain. Saya yakin Renault akan lebih kompetitif dibandingkan tahun lalu, mungkin juga Force India.

"Mudah-mudahan kita akan melihat kompetisi yang menarik."

Terus ikuti berita terbaru Formula 1 2018 di sini.

Pirelli engineer and Nikita Mazepin, Sahara Force India VJM10

Pirelli engineer and Nikita Mazepin, Sahara Force India VJM10
1/10

Foto oleh: Sutton Images

The new 2018 range of Pirelli F1 tyres, the pink Hypersoft tyre at the front

The new 2018 range of Pirelli F1 tyres, the pink Hypersoft tyre at the front
2/10

Foto oleh: Andrew Hone / Motorsport Images

Pirelli tyres

Pirelli tyres
3/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Pink side-walled Pirelli hyper soft tyre detail

Pink side-walled Pirelli hyper soft tyre detail
4/10

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Mario Isola, Racing Manager, Pirelli Motorsport

Mario Isola, Racing Manager, Pirelli Motorsport
5/10

Foto oleh: Joe Portlock / Motorsport Images

Mario Isola, Racing Manager, Pirelli Motorsport

Alfa Romeo Sauber livery unveil

Alfa Romeo Sauber livery unveil
6/10

Foto oleh: Sauber

Pirelli tyre detail

Pirelli tyre detail
7/10

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Pirelli tyres

Pirelli tyres
8/10

Foto oleh: Sutton Images

Pirelli tyres

Pirelli tyres
9/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Pirelli tyre preparation area

Pirelli tyre preparation area
10/10

Foto oleh: Sutton Images

dibagikan
komentar
Program junior Red Bull sudah tak setegang dulu - Webber

Artikel sebelumnya

Program junior Red Bull sudah tak setegang dulu - Webber

Artikel berikutnya

Bersama Renault, McLaren berharap kembali ke barisan depan

Bersama Renault, McLaren berharap kembali ke barisan depan
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Lawrence Barretto