Pirelli selidiki konservasi ban berlebih di F1

dibagikan
komentar
Pirelli selidiki konservasi ban berlebih di F1
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
20 Sep 2018 14.21

Pirelli akan ikut menyelidiki penyebab terjadinya konservasi ban berlebih selama balapan Formula 1 GP Singapura.

Berkat kompon hypersoft, rekor trek Singapura berhasil dipecahkan saat kualifikasi. Namun selama balapan, laju pembalap turun drastis menjadi 10 detik lebih lambat. Mereka juga tampak kesulitan bertarung satu sama lain karena takut ban menjadi terlalu panas.

Bos motorsport Pirelli, Mario Isola, mengatakan pihaknya menyadari masalah tersebut dan ingin mengadakan pertemuan untuk membantu mencari solusi.

"Ini adalah sesuatu yang seharusnya kami diskusikan. Karena dengan pengalaman dan data-data yang dikumpulkan tahun ini, kami bisa memberikan gambaran tepat tentang pendekatan yang diambil setiap tim," terang Isola menjawab pertanyaan dari Motorsport.com.

"Ini bagus untuk menentukan arah mana yang akan kami ambil untuk masa mendatang."

Baca Juga:

Keuntungan dari dibawanya kompon lunak adalah strategi bisa menjadi lebih beragam dan performa mobil bisa meningkat. Tapi di sisi lain, ada risiko pembalap akan terlalu berhati-hati karena khawatir dengan degradasi tinggi. Isola mengatakan Pirelli selalu berupaya untuk mencari titik seimbang.

"Kami harus menganalisis data-data itu secara seksama. karena jika ban semakin lunak, degradasi semakin tinggi, maka hasilnya konservasi ban juga semakin sering dilakukan," ujarnya. "Ini adalah sesuatu yang harus kami evaluasi.

"Tahun ini kami cukup agresif dengan kemunculan hypersoft. Kami juga agresif di beberapa sirkuit lain. Dan terkadang, di sejumlah balapan, ada pembalap yang laju balapannya tidak pada level yang tepat. Karena mereka harus mengelola degradasi tersebut."

Slider
List

Teknisi Pirelli

Teknisi Pirelli
1/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Toto Wolff, Mercedes AMG, Mario Isola, Pirelli Motorsport

Toto Wolff, Mercedes AMG, Mario Isola, Pirelli Motorsport
2/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Pirelli Engineers and Pirelli tyres

Pirelli Engineers and Pirelli tyres
3/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Aksi start

Aksi start
4/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

Teknisi Pirelli

Teknisi Pirelli
5/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09 EQ Power+, Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, Max Verstappen, Red Bull Racing RB14

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09 EQ Power+, Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, Max Verstappen, Red Bull Racing RB14
6/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Mario Isola, Pirelli Motorsport

Mario Isola, Pirelli Motorsport
7/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Aksi start

Aksi start
8/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Aksi start

Aksi start
9/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09 EQ Power+

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09 EQ Power+
10/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

 

Artikel Formula 1 berikutnya
Grup khusus akan bantu F1 pecahkan masalah overtaking

Artikel sebelumnya

Grup khusus akan bantu F1 pecahkan masalah overtaking

Next article

Leclerc tuntaskan tes F1 Pirelli bersama Ferrari

Leclerc tuntaskan tes F1 Pirelli bersama Ferrari
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Jonathan Noble
Tipe artikel Breaking news