Raikkonen sebal dengan "omongan kosong" di media-media F1

dibagikan
komentar
Raikkonen sebal dengan
Scott Mitchell
Oleh: Scott Mitchell
Co-author: Roberto Chinchero
31 Okt 2018 10.34

Kimi Raikkonen menilai banyaknya gosip dan "omongan kosong" yang beredar di media mulai berdampak buruk bagi Formula 1.

Sebelum secara mengejutkan diumumkan akan hijrah ke Sauber musim depan, sang juara dunia F1 2007 itu sempat menjadi bahan spekulasi media.

Mulai dari rumor kembali bergabung dengan tim lamanya, McLaren, hingga beredarnya kabar liar yang menyebutkan dirinya akan pensiun setelah didepak Ferrari.

Dalam wawancara eksklusif bersama Motorsport.com, Raikkonen merasa khawatir pemberitaan negatif seperti yang ia alami bisa berdampak buruk bagi Formula 1.

Ketika ditanya apakah ia rela gajinya dipotong demi terbebas dari media, The Iceman berkata, "Tidak, saya tidak ingin itu. Saya pikir semua orang juga ingin pergi! Tapi menurut saya bukan media yang mengatur gaji saya.

"Orang-orang selalu mengeluh, 'Oh F1 sudah tidak lagi seru', 'Sudah berubah', atau 'Kenapa orang-orang masih tertarik?'.

"Tapi jujur saja, dengan banyaknya omongan kosong di media, berita, gosip, dan semacamnya... jika itu bisa dikurangi, menurut saya F1 akan bisa lebih baik.

“Orang-orang berusaha menciptakan begitu banyak omongan kosong, dan ini bisa berdampak buruk bagi F1. Menurut saya jika mereka menulis sesuatu yang benar adanya, mungkin itu akan ikut membantu meningkatkan F1."

Sebastian Vettel, Ferrari, dan Kimi Raikkonen, Ferrari, di podium GP Meksiko

Sebastian Vettel, Ferrari, dan Kimi Raikkonen, Ferrari, di podium GP Meksiko

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Baca Juga:

Sejak kembali memperkuat Ferrari pada 2014, Raikkonen menjalin hubungan kerja yang erat dengan rekan setimnya, Sebastian Vettel. Pembalap asal Finlandia itu mengungkapkan bahwa Vettel memiliki pandangan yang mirip seperti dirinya mengenai aspek politik di F1.

"Menurut saya itu berperan besar," ujarnya tentang politik di F1. "Tanpanya, saya pikir F1 akan lebih baik. Tapi jika kita mengambil contoh olahraga lain, hal yang sama juga berlaku, karena banyaknya jumlah uang yang terlibat.

"Jadi saya pikir itu tidak baik buat olahraga ini, tapi masalahnya orang-orang menganggap hal ini sebagai sebuah permainan."

Slider
List

Kimi Raikkonen, Ferrari

Kimi Raikkonen, Ferrari
1/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H
2/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Kimi Raikkonen, Ferrari, bersama Roberto Chinchero, Motorsport.com

Kimi Raikkonen, Ferrari, bersama Roberto Chinchero, Motorsport.com
3/10

Foto oleh: Ferrari

Kimi Raikkonen, Ferrari

Kimi Raikkonen, Ferrari
4/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H
5/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Kimi Raikkonen, Ferrari, Sebastian Vettel, Ferrari

Kimi Raikkonen, Ferrari, Sebastian Vettel, Ferrari
6/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H
7/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Kimi Raikkonen, Ferrari

Kimi Raikkonen, Ferrari
8/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H
9/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Kimi Raikkonen, Ferrari

Kimi Raikkonen, Ferrari
10/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

Next article
Calderon tuntaskan debut tes F1 di Meksiko

Artikel sebelumnya

Calderon tuntaskan debut tes F1 di Meksiko

Next article

Menang di Monza, Hamilton: Itu pukulan telak buat Ferrari

Menang di Monza, Hamilton: Itu pukulan telak buat Ferrari
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Kimi Raikkonen Shop Now
Tim Ferrari Shop Now
Penulis Scott Mitchell
Tipe artikel Breaking news