Formula 1 2017

Red Bull sedih melihat performa mesin baru Mercedes

Bos tim Red Bull, Christian Horner, mengaku sedih dengan kencangnya laju Lewis Hamilton di Formula 1 GP Brasil setelah memakai mesin baru Mercedes.

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W08, Kimi Raikkonen, Ferrari SF70H, Max Verstappen, Red Bull Racing RB13

Mercedes memasang mesin baru pada mobil Lewis Hamilton setelah pembalap Inggris Raya tersebut mengalami kecelakaan saat mengikuti babak kualifikasi.

Tidak hanya baru, mesin Hamilton juga disetel dengan setelan yang lebih agresif, mengingat hanya tersisa satu balapan lagi di musim 2017 setelah GP Brasil.

Hasilnya, Hamilton mampu finis di urutan keempat meski harus start dari pitlane. Dengan mudah ia menyalip satu per satu mobil, termasuk pembalap Red Bull, Max Verstappen. Hal tersebut diakui Horner membuat dirinya sedih.

"Kita melihat Mercedes dalam kondisi optimal mereka," ucap Horner. "Sedikit menyedihkan ketika kami mendengar teknisi balapnya berkata di radio 'kamu memiliki 14 'overtake', dengan sisa 14 lap untuk mengejar Max'. Dengan jumlah tenaga seperti itu Max menjadi seperti mangsa empuk.

“Tapi setidaknya mereka memperlihatkan apa yang mereka miliki, dan mereka telah memasang sebuah standar. Sekarang tinggal bagaimana kompetitor lainnya bersaing dengan mereka."

Renault, penyuplai mesin Red Bull, optimis bisa meraih kemajuan di 2018, setelah memperkenalkan konsep serba baru pada mesin mereka tahun ini.

Ketika ditanya apakah ia khawatir Mercedes masih bisa meraih kemajuan yang lebih besar dari Renault, Horner berkata: "Saya pikir stopwatch tidak pernah berbohong.

"Renault memiliki data, mereka yang punya kemampuan untuk melakukan analisis dan membandingkan diri mereka dengan Mercedes."

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Pembalap Lewis Hamilton
Tim Red Bull Racing , Mercedes
Tipe artikel Breaking news
Tag berita f1, gp brasil
Topik Formula 1 2017