Formula 1 2017

Red Bull sayangkan performa mesin Renault saat Q3

Bos tim Red Bull, Christian Horner, berharap Renault bisa meningkatkan tenaga mesin Formula 1 mereka agar dapat bersaing melawan Ferrari dan Mercedes di babak Q3 kualifikasi.

Setelah berbagai pembaruan dan terpecahkannya masalah korelasi data terowongan angin, skuat yang berbasis di Milton Keynes itu mulai bangkit pada paruh tengah musim F1 2017.

Tapi, meski laju balapan mereka nampak mulai menyamai laju dua rival mereka, Horner belum bisa sepenuhnya senang karena Red Bull masih kesulitan menempati barisan start terdepan.

"Dalam kondisi balapan, mobil kami memang semakin kuat. Dan itu terlihat ketika kami tampil kompetitif di GP Hongaria," ucap Horner.

"Jadi kami berharap performa mesin bisa ditingkatkan lagi. Anda bisa melihat saat kualifikasi, Max [Verstappen] menjadi yang tercepat kedua di Q1 dan Q2. Tapi di babak terakhir, mesin harus lebih bertenaga lagi agar bisa bersaing dengan pesaing terdekat kami. "

Saat ditanya apakah Renault akan membawa pembaruan besar pada mesin mereka tahun ini, meski fokus mulai tertuju pada 2018, Horner berkata: "Saya pikir Anda sebaiknya berbicara dengan pemasok mesin kami untuk memahami rencana mereka terkait pembaruan mesin."

Situasi ini membuat Horner cemas dengan peluang mereka pada balapan-balapan yang akan datang. Kendati demikian dirinya menganggap GP Belgia sebagai balapan yang lebih ramah untuk melakukan aksi salip-menyalip.

"Mudah-mudahan kami bisa tampil lumayan di sana," ujarnya. "Di Austria, kami tampil cukup kompetitif, terutama saat balapan.

"Pada hari Sabtu, saya pikir kami akan kesulitan. Saya bisa memprediksi kami akan menyelesaikan kualifikasi hari Sabtu di posisi kelima dan keenam. Lalu pada hari Minggu kami bisa tampil lebih kencang dari itu. Setidaknya untuk balapan di [sirkuit] Spa, kita punya kesempatan untuk melakukan aksi salip-menyalip."

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tim Red Bull Racing
Tipe artikel Breaking news
Topik Formula 1 2017