Formula 1 2018
Topik

Formula 1 2018

Bersama Renault, McLaren berharap kembali ke barisan depan

dibagikan
komentar
Bersama Renault, McLaren berharap kembali ke barisan depan
Oleh: Ben Anderson
13 Jan 2018 13.08

Direktur eksekutif McLaren, Zak Brown, mengungkapkan optimismenya jelang musim Formula 1 2018 bersama pemasok mesin baru mereka, Renault.

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32, Carlos Sainz Jr., Renault Sport F1 Team RS17

Setelah tiga musim yang mengecewakan, McLaren akhirnya memutuskan beralih dari mesin Honda ke Renault untuk musim 2018. Drama reliabilitas yang tidak kunjung usai dan kurangnya tenaga membuat skuat Woking itu kehilangan kesabaran.

Meski Renault juga sempat mengalami rangkaian masalah daya tahan pada penghujung musim lalu, Brown tetap mengaku "sangat percaya diri" dengan mitra mesin baru mereka tersebut.

"Mereka punya tenaga," tambah Brown. "Mereka terkena masalah daya tahan saat sedang menaikkan jumlah tenaga.

"Tapi di Meksiko, Max [Verstappen] berhasil memenangi balapan secara dominan, jadi mereka punya mesin yang kencang."

"Menurut saya, jarak tiga pabrikan [mesin] terbesar cukup ketat. Mereka semua berhasil memenangi balapan pada tahun lalu. Jadi jelas defisit antara ketiganya tidak terlalu besar.

"Kami sebagai tim memang belum sempurna, masih ada kelemahan. Tapi selama ini kurangnya tenaga mesin menjadi kelemahan kami yang terbesar. Dengan mesin Renault, saya pikir kita akan melihat perbedaan yang besar di Australia.

"Kami senang bekerja sama dengan Renault. Mudah-mudahan kami bisa mengembalikan McLaren ke tempat yang seharusnya, di barisan depan."

Brown menyebut kurang cepatnya Honda menerapkan budaya kerja F1 sebagai salah satu alasan mengapa pabrikan asal Jepang itu tidak bisa bekerja optimal.

Terus ikuti berita terbaru Formula 1 2018 di sini.

Slider
List

Zak Brown, Executive Director, McLaren Technology Group, Cyril Abiteboul, Managing Director, Renault

Zak Brown, Executive Director, McLaren Technology Group, Cyril Abiteboul, Managing Director, Renault
1/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Zak Brown, Executive Director, McLaren Technology Group, Cyril Abiteboul, Managing Director, Renault Sport F1 Team

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32
2/10

Foto oleh: Sutton Images

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32

Stoffel Vandoorne, McLaren, is attended to by mechanics in the pit lane

Stoffel Vandoorne, McLaren, is attended to by mechanics in the pit lane
3/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Stoffel Vandoorne, McLaren

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32, Jolyon Palmer, Renault Sport F1 Team RS17

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32, Jolyon Palmer, Renault Sport F1 Team RS17
4/10

Foto oleh: Sutton Images

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32

Zak Brown, Executive Director, McLaren Technology Group

Zak Brown, Executive Director, McLaren Technology Group
5/10

Foto oleh: Charles Coates / LAT Images

Zak Brown, Executive Director, McLaren Technology Group

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32
6/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32

Zak Brown, Executive Director, McLaren Technology Group

Zak Brown, Executive Director, McLaren Technology Group
7/10

Foto oleh: Charles Coates / LAT Images

Zak Brown, Executive Director, McLaren Technology Group

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32 with aero sensor

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32 with aero sensor
8/10

Foto oleh: Mark Sutton

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32
9/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32

McLaren MCL32 nose detail

McLaren MCL32 nose detail
10/10

Foto oleh: Sutton Images

McLaren MCL32

Artikel Formula 1 berikutnya
Pirelli: Kembalinya perang ban F1 akan merusak persaingan

Artikel sebelumnya

Pirelli: Kembalinya perang ban F1 akan merusak persaingan

Next article

Steiner: Pembalap Amerika belum siap untuk F1

Steiner: Pembalap Amerika belum siap untuk F1
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim McLaren Shop Now
Penulis Ben Anderson
Tipe artikel Breaking news