Formula 1
R
F1 GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
24 hari
R
F1 GP Arab Saudi
03 Des
Event berikutnya
235 hari
Selengkapnya:

Sebelum wafat, Marchionne optimistis dengan masa depan F1

Dalam sebuah jamuan makan malam Juni lalu, mantan bos Ferrari, Sergio Marchionne, berkata kepada presiden FIA, Jean Todt, bahwa ia merasa positif dengan masa depan Formula 1.

Sebelum wafat, Marchionne optimistis dengan masa depan F1

Mendiang Marchionne terkenal beberapa kali mempertanyakan visi dan misi Liberty Media untuk F1. Pria asal Italia itu bahkan sempat mengancam akan mencabut keikutsertaan Ferrari dari balap grand prix jika merasa tidak diuntungkan dengan aturan baru.

Baca Juga:

Namun hanya beberapa hari sebelum wafat, diketahui sikap Marchionne melunak. Hal ini diungkapkan oleh Todt setelah keduanya bertemu di sebuah acara makan malam yang juga dihadiri bos F1, Chase Carey.

"Pada tangga 28 Juni, kami makan malam di kantor saya di Jenewa. Dia [Marchionne], Chase Carey, dan saya berbincang membahas masa depan F1," ungkap Todt.

"Kemudian pada tanggal 29, ia mengirimi saya sebuah pesan singkat bahwa ia mengapresiasi pertemuan tersebut dan ia merasa yakin 'kami akan mengambil langkah positif untuk olahraga ini'. Saya ingat betul kedua tanggal tersebut, tapi saya kurang yakin kapan ia masuk rumah sakit."

Marchionne meninggal dunia pada bulan Juli setelah komplikasi yang muncul pascaoperasi.

"Awalnya acara makan malam ini dijadwalkan pada hari Minggu setelah GP Austria. Tapi ia mengirim pesan bahwa ia tidak bisa hadir dan bertanya apakah bisa digelar lebih awal? Jadi kami mengubah tanggalnya menjadi 28 Juni. Lalu tragedi terjadi."

Jean Todt, Presiden FIA

Jean Todt, Presiden FIA
1/10

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Sergio Marchionne, CEO FIAT, Louis Camilleri, Chairman Philip Morris

Sergio Marchionne, CEO FIAT, Louis Camilleri, Chairman Philip Morris
2/10

Foto oleh: Sutton Images

Sergio Marchionne, CEO FIAT

Sergio Marchionne, CEO FIAT
3/10

Foto oleh: Ferrari

Piero Lardi Ferrari, Wakil Presiden Ferrari, Sergio Marchionne, CEO FIAT

Piero Lardi Ferrari, Wakil Presiden Ferrari, Sergio Marchionne, CEO FIAT
4/10

Foto oleh: Ferrari

Aksi start

Aksi start
5/10

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Aksi start

Aksi start
6/10

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

Aksi start

Aksi start
7/10

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H
8/10

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H
9/10

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Aksi penonton meluber ke trek

Aksi penonton meluber ke trek
10/10

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images


Tidak hanya berdampak pada F1 dan Ferrari, wafatnya Marchionne juga menjadi tragedi pribadi bagi Todt.

"Sangat kehilangan," tambah Todt tentang wafatnya Marchionne. "Tidak hanya kontribusinya untuk industri, tapi semangat dan gaya kepemimpinannya. Buat saya dia memiliki kepribadian yang luar biasa.

Ketika masih menjabat sebagai team principal Ferrari, Todt mengaku mengenal dengan baik Marchionne.

"Kami berdua tidak selalu setuju. Tapi saya sungguh menghormati dia, dan jujur saja menurut saya ini lebih penting ketimbang masa depan Formula 1 atau semacamnya. Karena dia sudah berumur 66 tahun. Buat saya kehidupan adalah kehidupan, apapun itu, jadi itu sangat menyedihkan."

CEO baru Ferrari, Louis Camilleri, telah memberi indikasi akan mengambil pendekatan yang lebih halus selama proses negosiasi dengan F1. Todt yakin kesepakatan akan segera dan Ferrari tetap setia di ajang jet darat.

"Ia [Camilleri] adalah orang yang sangat cerdas," ucap Todt. "Ia menyukai motorsport, dan sudah jelas memiliki gaya yang berbeda. Tapi dia hebat dan juga pebisnis yang sangat berbakat.

"Ia orangnya terus terang, jadi saya yakin, seperti yang diinginkan FOM, FIA, dan saya berharap juga seperti yang diinginkan Ferrari, kami akan melakukan pekerjaan yang baik. Saya sangat optimistis."

dibagikan
komentar
Haas: Rival protes karena tak bisa kalahkan kami

Artikel sebelumnya

Haas: Rival protes karena tak bisa kalahkan kami

Artikel berikutnya

Terungkap, jarak sumbu roda tiga tim unggulan F1

Terungkap, jarak sumbu roda tiga tim unggulan F1
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Jonathan Noble