Sering bermasalah, F1 siap benahi prosedur pit stop

dibagikan
komentar
Sering bermasalah, F1 siap benahi prosedur pit stop
Scott Mitchell
Oleh: Scott Mitchell
17 Apr 2018 11.49

Formula 1 akan membenahi prosedur pit stop setelah serangkaian masalah yang terjadi dalam tiga ronde pertama musim F1 2018.

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, makes a pit stop

Kesalahan pada prosedur pit stop atau biasa disebut 'unsafe release' yang dilakukan McLaren di sesi latihan GP Tiongkok merupakan yang kelima dalam tiga ronde terakhir. Satu minggu sebelumnya, seorang kru Ferrari mengalami patah tulang pada insiden di tengah balapan GP Bahrain.

Unsafe release masih sering terjadi, padahal semua 10 tim sudah menerapkan sistem semi-otomatis yang dirancang untuk memastikan pembalap tidak meninggalkan kotak pit saat pit stop belum selesai dilakukan.

Direktur balap F1 dari FIA, Charlie Whiting, mengaku telah memiliki sejumlah solusi yang akan dipaparkan kepada tim dalam beberapa minggu ke depan.

"Saya pikir kami bisa memperkenalkan beberapa hal untuk mengurangi kemungkinan adanya kesalahan," jawab Whiting saat Motorsport.com bertanya apakah masih ada kekhawatiran mengenai prosedur pit stop usai GP Tiongkok.

Sejumlah perangkat pit stop telah dipasangi elemen otomatis, termasuk sensor pada wheelgun yang akan memberikan sinyal begitu penggantian ban selesai dilakukan. Ketika proses ini selesai dilakukan pada keempat roda, maka pembalap akan menerima sinyal lampu hijau.

Masalah pada sensor yang salah mengukur keketatan mur roda dinilai telah menjadi penyebab insiden yang dialami Ferrari di Bahrain. Akibatnya Kimi Raikkonen meninggalkan kotak pit lebih awal dan roda kiri-belakangnya menggilas kaki kiri Francesco Cigarini.

Operator dongkrak belakang, dan seorang pengendali pit stop sebenarnya bisa membatalkan sistem otomatis tersebut, tapi keduanya tidak mengetahui bahwa roda kiri-belakang Raikkonen belum sempat diganti.

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18 Ferrari, makes a pit stop
Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18, melakukan pit stop

 

Kemungkinan solusi yang akan diperkenalkan adalah pemasangan dua sensor pada wheelgun. Satu untuk memastikan ketepatan torsi saat mengencangkan mur roda, dan satu lagi untuk memastikan posisi mur roda sudah terpasang dengan benar.

"jadi dengan dua sensor, ini akan memberi tahu operator pit stop bahwa penggantian ban selesai dilakukan, maka ia bisa menekan tombol agar kedua kru dongkrak menurunkan mobil, dan kemudian mobil meninggalkan kotak pit," terang Whiting.

CTO Renault, Bob Bell, mengisyaratkan bahwa FIA seharusnya bisa melakukan standardisasi sistem otomatis sebagai bagian dari paket regulasi untuk musim 2021.

Tapi Whiting mengaku tidak melihat adanya masalah jika setiap tim punya sistem yang berbeda, selama hal tersebut tidak memungkinkan seorang kru wheelgun memberikan sinyal 'selesai' tanpa yakin roda sudah terpasang benar.

"Menurut saya kami tidak memerlukan standardisasi soal itu," ucap Whiting. "Kita cukup perlu memastikan bahwa seorang kru tidak bisa memberi sinyal OK jika kedua kondisi tersebut belum terpenuhi."

Ikuti Motorsport.com di:

Slider
List

Lance Stroll, Williams FW41 Mercedes, in the pit lane

Lance Stroll, Williams FW41 Mercedes, in the pit lane
1/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09, makes a pit stop in FP2

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09, makes a pit stop in FP2
2/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Sergey Sirotkin, Williams FW41 Mercedes, makes a pit stop

Sergey Sirotkin, Williams FW41 Mercedes, makes a pit stop
3/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33 pit stop

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33 pit stop
4/10

Foto oleh: Sutton Images

Charles Leclerc, Sauber C37 pit stop

Charles Leclerc, Sauber C37 pit stop
5/10

Foto oleh: Sutton Images

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09, makes a pit stop

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09, makes a pit stop
6/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09, makes a pit stop

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09, makes a pit stop
7/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

The McLaren team conduct practice pit stops

The McLaren team conduct practice pit stops
8/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H pit stop

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H pit stop
9/10

Foto oleh: Sutton Images

Nico Hulkenberg, Renault Sport F1 Team R.S. 18 pit stop

Nico Hulkenberg, Renault Sport F1 Team R.S. 18 pit stop
10/10

Foto oleh: Sutton Images

Next article
McLaren: Mobil 2018 sesungguhnya baru akan datang di Spanyol

Artikel sebelumnya

McLaren: Mobil 2018 sesungguhnya baru akan datang di Spanyol

Next article

F1 naikkan batas bahan bakar, pembalap bisa lebih agresif

F1 naikkan batas bahan bakar, pembalap bisa lebih agresif
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Scott Mitchell