Sering rusak di penghujung F1 2017, Renault minta maaf

dibagikan
komentar
Sering rusak di penghujung F1 2017, Renault minta maaf
Oleh: Ben Anderson
1 Jan 2018 12.28

Renault mengaku telah mengorbankan daya tahan mesin mereka demi menambah tenaga ekstra di penghujung musim Formula 1 2017.

Smoke plumes emerge from the rear of Jolyon Palmer, Renault Sport F1 Team RS17

Dibandingkan dengan pabrikan rival seperti Mercedes dan Ferrari, Renault mengantongi 300 penalti grid lebih banyak. Hal tersebut memicu bos tim Red Bull (yang ditenagai mesin Renault), Christian Horner, menyebut 2017 sebagai tahun terburuk mereka sejak 2006 dalam segi reliabilitas.

Sementara skuat junior Red Bull, Toro Rosso, terlibat adu argumen publik dengan Renault setelah beberapa kali dihantam masalah kerusakan mesin di penghujung musim.

Bos tim Renault, Cyril Abiteboul. lantas meminta maaf tapi kemudian beralasan bahwa Renault harus "sangat agresif" soal penambahan tenaga agar tidak tertinggal lebih jauh lagi dari Ferrari dan Mercedes.

"Jelas, poin negatif terbesar pada 2017 adalah masalah daya tahan, yang telah sangat merugikan tidak hanya tim kami sendiri tapi juga tim pelanggan kami. Dan karena itu, kami meminta maaf," ucap Abiteboul kepada Motorsport.com.

"Ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor. Pertama karena mesin benar-benar baru, sehingga jumlah kilometer dalam pengujian dyno masih terlalu sedikit. Kami menemukan beberapa masalah pada tes musim dingin, dan kemudian di awal musim, yang menurut kami itu sudah telat untuk dilakukan perbaikan."

Abiteboul mengisyaratkan bahwa alasan mengapa Toro Rosso menjadi tim bermesin Renault yang paling bermasalah di paruh kedua musim adalah karena skuat Faenza tersebut tidak bisa memenuhi tuntutan pendinginan yang baru.

"Di paruh akhir musim, kami sedikit 'bermain api' dengan membuka beberapa mode untuk menambah tenaga, yang kemudian berdampak pada reliabilitas mesin. Selain itu, pendinginan juga harus ditingkatkan, dan beberapa tim kesulitan mengikutinya."

Slider
List

Carlos Sainz Jr., Scuderia Toro Rosso STR12, stops his car as his engine smokes

 Carlos Sainz Jr., Scuderia Toro Rosso STR12, stops his car as his engine smokes
1/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Cyril Abiteboul, Managing Director, Renault Sport F1 Team, Helmut Markko, Consultant, Red Bull Racing, Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing

Cyril Abiteboul, Managing Director, Renault Sport F1 Team, Helmut Markko, Consultant, Red Bull Racing, Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing
2/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Nico Hulkenberg, Renault Sport F1 Team RS17

Nico Hulkenberg, Renault Sport F1 Team RS17
3/10

Foto oleh: Charles Coates / LAT Images

Christian Horner, Red Bull Racing Team Principal and Cyril Abiteboul, Renault Sport F1 Managing Director

Christian Horner, Red Bull Racing Team Principal and Cyril Abiteboul, Renault Sport F1 Managing Director
4/10

Foto oleh: Sutton Images

Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB13

Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB13
5/10

Foto oleh: LAT Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB13

Max Verstappen, Red Bull Racing RB13
6/10

Foto oleh: Charles Coates / LAT Images

Carlos Sainz Jr., Renault Sport F1 Team RS17

Carlos Sainz Jr., Renault Sport F1 Team RS17
7/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso STR12

 Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso STR12
8/10

Foto oleh: Charles Coates / LAT Images

Carlos Sainz Jr., Renault Sport F1 Team RS17

Carlos Sainz Jr., Renault Sport F1 Team RS17
9/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Cyril Abiteboul, Renault Sport F1 Managing Director in the Press Conference

Cyril Abiteboul, Renault Sport F1 Managing Director in the Press Conference
10/10

Foto oleh: Sutton Images

Artikel Formula 1 berikutnya
Hamilton: GP Perancis berada di tempat yang salah

Artikel sebelumnya

Hamilton: GP Perancis berada di tempat yang salah

Next article

Mercedes terkesan dengan progres Ocon di Force India

Mercedes terkesan dengan progres Ocon di Force India
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim Renault F1 Team
Penulis Ben Anderson
Tipe artikel Breaking news