Statistik menarik dari GP Australia

dibagikan
komentar
Statistik menarik dari GP Australia
Oleh:
22 Mar 2019 00.29

Motorsport.com merangkum semua statistik penting dan menarik dari GP Australia termasuk podium pertama Honda sejak 2008.

Baca Juga:

Klik foto di bawah untuk melihat statistik menarik berikutnya...

Slider
Daftar

1/20

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Lewis Hamilton mencetak pole yang ke-84 dalam kariernya di F1. Pembalap Mercedes itu memegang rekor terbanyak, unggul dari Michael Schumacher (68), dan Ayrton Senna (65).

2/20

Foto oleh: Sutton Images

Sejak musim debutnya di 2007, Hamilton selalu mencetak setidaknya satu pole di 13 musim secara berturut-turut, menyamai rekor Schumacher (1994-2006).

3/20

Foto oleh: Steve Etherington / LAT Images

Hamilton menorehkan pole yang ke-8 dalam penampilannya yang ke-13 di Albert Park. Schumacher dan Senna masing-masing mengoleksi raihan delapan pole di Suzuka dan Imola. Tidak ada pembalap F1 lain yang pernah mencetak lebih dari delapan pole di satu sirkuit yang sama.

4/20

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Untuk yang kali keempat secara beruntun, Hamilton gagal mengonversikan raihan pole GP Australia menjadi kemenangan dan hanya finis kedua.

5/20

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Bottas merengkuh kemenangan yang keempat sepanjang kariernya di F1, menyamai Dan Gurney, Eddie Irvine, dan Bruce McLaren.

6/20

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Bottas menang dengan keunggulan 20,886 detik atas Hamilton. Ini menjadi selisih terbesar sejak GP Rusia 2016, di mana kala itu Rosberg mengalahkan Hamilton dengan jarak 25,022 detik.

7/20

Foto oleh: Steve Etherington / LAT Images

Sejarah menunjukkan, setiap kali tim meraih hasil 1-2 di Australia, maka tim tersebut akan memenangi gelar konstruktor, dan sang pemenang bakal menyabet gelar pembalap.

2016 - Rosberg menang, Hamilton kedua (Mercedes)

2015 - Hamilton menang, Rosberg kedua (Mercedes)

2009 - Jenson Button menang, Rubens Barrichello kedua (Brawn)

2004 - Schumacher menang, Barrichello kedua (Ferrari)

2000 - Schumacher menang, Barrichello kedua (Ferrari)

1998 - Mika Hakkinen menang, David Coulthard kedua (McLaren)

1996 - Damon Hill menang, Jacques Villeneuve kedua (Williams)

8/20

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Bottas menjadi pembalap Finlandia pertama yang memimpin klasemen sejak Raikkonen pada awal musim 2013 di Australia. Menariknya balapan tersebut merupakan penampilan perdana Bottas di Grand Prix.

9/20

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Bottas mencatatkan fastest lap yang ke-11 sepanjang kariernya, menyamai John Surtees.

10/20

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Hamilton, Bottas, dan Verstappen, masing-masing mencetak podium yang ke-135, ke-31, dan ke-23 dalam karier mereka di F1. Hamiton masih tertinggal dari perolehan Schumacher (155) untuk rekor podium terbanyak. Sementara Bottas sejajar dengan Jack Brabham. Adapun Verstappen menyamai jumlah podium James Hunt, Michele Alboreto, dan Jacques Villeneuve.

11/20

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Namun yang lebih penting, Verstappen mencetak podium perdana untuk mobil bermesin Honda sejak Barrichello finis ketiga di GP Inggris Raya 2008. Total, ini adalah raihan podium yang ke-175 bagi mobil bertenaga Honda.

12/20

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Ini juga podium keenam Verstappen yang diraih secara beruntun. Rentetan terpanjangnya.

13/20

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Verstappen mendulang total 106 poin dalam enam balapan F1 terakhir, hanya kalah dari Hamilton (120), dan unggul dari Bottas (84), Vettel (76), Raikkonen (69), dan Ricciardo (36).

14/20

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Dengan hasil peringkat kedelapan yang diraih Raikkonen, maka ini adalah poin pertama Alfa Romeo sebagai tim sejak GP Eropa 1984.

15/20

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Finis kesembilan, Lance Stroll menyumbangkan poin pertama Racing Point di Formula 1.

16/20

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Menariknya, Daniil Kvyat selalu mencetak poin di GP Australia ketika memperkuat Toro Rosso (2014, 2017, 2019), tapi tidak pernah ketika membela Red Bull (2015, 2016).

17/20

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Sampai saat ini belum ada pembalap Australia yang finis podium di Grand Prix kandang. Daniel Ricciardo awalnya finis di urutan kedua pada 2014, tapi kemudian didiskualifikasi dari balapan.

18/20

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Comeback balapan F1, Robert Kubica mencatat hasil kualifikasi terburuknya di urutan ke-20 dan terakhir.

19/20

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Mengemas 26 poin setelah menang dan mencetak fastest lap di Australia, Bottas kini menjadi pembalap dengan raihan poin terbanyak ke-10 dalam sejarah F1 (989), tiga poin lebih banyak dari Ricciardo.

20/20

Foto oleh: Steve Etherington / LAT Images

Delapan tim berbeda finis sepuluh besar di Australia, atau semua tim kecuali McLaren dan Williams. Terakhir kali delapan tim berbeda bisa meraih poin adalah pada GP Jerman 2018. Menariknya dua tim yang gagal merebut poin waktu itu lagi-lagi adalah McLaren dan Williams.

Artikel berikutnya
Mercedes akan terus evaluasi konsep Ferrari

Artikel sebelumnya

Mercedes akan terus evaluasi konsep Ferrari

Artikel berikutnya

Toro Rosso terkesan dengan debut Albon

Toro Rosso terkesan dengan debut Albon
Muat komentar
Jadilah yang pertama untuk mendapatkan
berita terbaru