Statistik menarik dari GP Tiongkok

Motorsport.com merangkum semua statistik penting dan menarik dari GP Tiongkok yang dimenangi Lewis Hamilton.

Statistik menarik dari GP Tiongkok

1/15

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

GP Tiongkok 2019 secara resmi dinyatakan sebagai balapan kejuaraan dunia Formula 1 yang ke-1.000. Namun sebagian orang menyebut angka tersebut masih meliputi 11 balapan Indy 500 antara 1950 dan 1960, serta 15 balapan yang digelar dengan regulasi F2 antara 1952 dan 1953.

2/15

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Inggris Raya adalah negara yang paling sering diwakili dalam sejarah Formula 1. Setidaknya satu pembalap menjadi wakil mereka di 984 dari 1.000 balapan, diikuti Prancis (864 GP), Brasil (791), Italia (788), dan Jerman (781).

3/15

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

GP Tiongkok menandai balapan F1 yang ke-250 bagi Toro Rosso, menyamai jumlah balapan Jordan (kini Racing point). Sepanjang sejarahnya, Toro Rosso mencetak satu pole, satu kemenangan, dan satu podium. Semuanya berkat capaian Sebastian Vettel di GP Italia 2008. Sejak itu, ada 12 pembalap yang tercatat pernah membela skuat Faenza.

4/15

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Valtteri Bottas membukukan pole yang ketujuh, menyamai torehan Jacques Laffite.

5/15

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Rentetan 52 penampilan Q3 Kimi Raikkonen terhenti di Shanghai setelah hanya bisa mengisi grid ke-13. Terakhir kali ia gagal menembus Q3 adalah pada GP Hongaria 2016.

6/15

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Setelah merebut kemenangannya yang ke-75 di F1, Hamilton kini hanya membutuhkan 16 kemenangan lagi untuk menyamai raihan sang legenda, Michael Schumacher.

7/15

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

GP Tiongkok 2019 menjadi balapan ke-15 di mana Hamilton memimpin sejak awal hingga finis. Ia menyamai catatan Vettel, namun masih tertinggal dari rekor Ayrton Senna (19).

8/15

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Hamilton menjadi pembalap kedua sepanjang sejarah F1 yang bisa memimpin lebih dari 4.000 lap. Schumacher memegang rekor dengan 5.111 lap di posisi terdepan.

9/15

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Hamilton, Vettel, dan Bottas, masing-masing mencetak podium mereka yang ke-137, ke-112, dan ke-33 di F1, dengan Bottas kini menyamai jumlah podium Jody Scheckter.

10/15

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Mercedes mencetak hasil finis 1-2 untuk yang kali ketiga secara beruntun. Rekor raihan 1-2 berturut-turut dipegang bersama oleh Ferrari (1952, 2002), dan Mercedes (2014 dan 2015-16), dengan lima balapan beruntun.

11/15

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Pierre Gasly menjadi pembalap ke-133, dan ke-16 dari Prancis, yang berhasil mencetak fastest lap di F1.

12/15

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Gasly menjadi pembalap pertama yang mencetak sembilan poin dalam satu balapan sejak Nelson Piquet pada GP Australia 1990. Waktu itu F1 menghadiahi sembilan poin kepada pemenang balapan.

13/15

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

GP Tiongkok adalah balapan keenam beruntun di mana Ferrari atau Sebastian Vettel gagal menjadi juara. Ini adalah rentetan terburuk bagi keduanya sejak 2016.

14/15

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Sementara itu, Williams gagal mendulang poin untuk yang ke-10 kalinya secara berturut-turut. Jumlah balapan yang sama juga pernah mereka lewati tanpa poin antara GP Brasil 2012 dan GP Jerman 2013.

15/15

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Jika ditotal sejak 2010, Sebastian Vettel memimpin sebanyak 44 lap di GP Tiongkok. Menariknya jumlah ini masih lebih sedikit dibandingkan saat balapan 2009 yang waktu itu ia menangi.

dibagikan
komentar
Sebut ada potensi, Raikkonen: Alfa harus lebih rapi

Artikel sebelumnya

Sebut ada potensi, Raikkonen: Alfa harus lebih rapi

Artikel berikutnya

Racing Point siap genjot pengembangan usai Baku

Racing Point siap genjot pengembangan usai Baku
Muat komentar