Formula 1 2017

Struktur poin superlicence Formula 1 alami perubahan

FIA menyetujui perubahan struktur pemberian poin superlicence untuk Formula 1. Dengan sistem baru tersebut, hanya F2 dan IndyCar yang menawarkan poin maksimum, beberapa seri balap lain juga dimasukkan ke dalam struktur.

Untuk dapat membalap di Formula 1, seorang pembalap harus memiliki sekurang-kurangnya 40 poin superlicence yang berlaku selama tiga tahun.

Sebelumnya, Juara di ajang F2, F3 Eropa, Formula E, Indy Car, dan WEC kelas LMP1, masing-masing mendapatkan 40 poin superlicence yang diperlukan untuk membalap di F1.

Namun setelah rapat yang diadakan dewan FIA Motorsport World di Paris pada Kamis (21/9), struktur pemberian superlicence mengalami perubahan.

Para pembalap yang menempati tiga besar di klasemen F2 akan diberikan 40 poin. Sementara poin yang dikumpulkan oleh posisi ketiga di dua musim terakhir GP2, yaitu 30 poin, akan diakumulasikan ke dalam total poin pembalap tersebut.

IndyCar akan tetap memberikan 40, 30 dan 20 poin kepada masing-masing pembalap yang menempati posisi tiga besar, sementara pembalap yang berada di 10 besar juga akan meraih poin.

Sementara Formula E dan F3 Eropa mengalami pengurangan poin superlicence yang sama. Poin untuk juara dikurangi dari 40 menjadi 30, sementara 30 poin yang diberikan pada peringkat kedua diturunkan menjadi 25, selebihnya tidak ada perubahan.

Alokasi poin untuk juara GP3 juga mengalami pengurangan dari 30 menjadi 25 poin. Sementara untuk pemenang Formula V8 3.5 - sebelumnya Formula Renault - mengalami pengurangan dari 35 poin menjadi 20, dan hanya sembilan pembalap teratas yang meraih poin superlicence, dengan alokasi penurunan yang cukup drastis.

Untuk LMP1, hanya dua pembalap teratas yang mengalami penurunan poin, yaitu dari 40 menjadi 30 untuk peringkat pertama, dan 30 menjadi 24 poin untuk peringkat kedua. Namun FIA menambah alokasi poin yang diberikan untuk peringkat empat hinga sepuluh pada ajang balap ketahanan tersebut.

Enam pembalap teratas di ajang Super Formula juga akan mendapatkan pengurangan pada poin superlicence.

Adapun beberapa kejuaraan baru yang dimasukan FIA ke dalam skema superlicence di antaranya: Nascar Sprint Cup, Imsa, dan Indy Lights.

FIA menambahkan beberapa kejuaraan baru dalam skema superlicence karena kejuaraan tersebut menggelar beberapa balapannya pada sirkuit yang telah dihomologasi oleh mereka.

Selain itu, FIA juga mengumumkan struktur poin untuk FIA International A Licence - satu tingkat di bawah superlicence - akan disesuaikan untuk menggabungkan sistem alokasi poin.

Struktur superlicence baru:

Klasifikasi di Klasemen P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10
FIA F2 40 40 40 30 20 10 8 6 4 3
GP2 Series (Sampai 2016) 40 40 30 20 10 8 6 4 3 2
Indy Car 40 30 20 10 8 6 4 3 2 1
FIA F3 European  (40) 30 (30) 25 20 10 8 6 4 3 2 1
FIA Formula E (40) 30 (30) 25 20 10 8 6 4 3 2 1
FIA WEC-LMP1 (40) 30 (30) 24 20 (10) 16 (8) 12 (6) 10 (4) 8 (3) 6 (2) 4 (1) 2
GP3 Series (30) 25 20 15 10 7 5 3 2 1 -
Formula V8 3.5 (35) 20 (25) 15 (20) 10 (15) 8 (10) 6 (7) 4 (5) 3 (3) 2 (2) 1 (1) -
Super Formula (25) 20 (20) 15 (15) 10 (10) 8 (7) 6 (5) 4 3 2 1 -

*keterangan: angka yang berada dalam () adalah jumlah poin yang diberikan dalam skema superlicence sebelumnya.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1 , F2 , IndyCar
Tipe artikel Breaking news
Topik Formula 1 2017