Todt sebut Formula 1 penuh dengan kontroversi

dibagikan
komentar
Todt sebut Formula 1 penuh dengan kontroversi
Oleh:
11 Mar 2019 14.00

Menjelang musim 2019 dengan regulasi aerodinamika yang baru, Presiden FIA, Jean Todt, menyayangkan banyaknya kontroversi yang ada di Formula 1.

Untuk musim 2019, Formula 1 memperkenalkan aturan aerodinamika baru dengan desain sayap depan dan belakang serta pipa pendingin rem dan bargeboard yang lebih sederhana.

Ini dilakukan demi mempermudah dua mobil saling berdekatan sekaligus memperbesar peluang terjadinya aksi salip menyalip saat balapan.

Namun perubahan ini tidak disambut positif oleh sejumlah tim, karena dianggap terlalu mahal dan tidak diperlukan.

"Saya mendengar semuanya, ada yang bilang ini hanya akan buang-buang uang saja, tapi ada juga yang berpikir ini perbaikan fantastis untuk salip-menyalip. Saya tidak sabar untuk melihat seperti apa hasil akhirnya," ucap Todt dalam pameran Geneva Motor Show.

"Tapi Formula 1 adalah dunia penuh dengan kontroversi. Ketimbang membuat orang-orang merasa positif, dan bersama-sama menciptakan ajang balap terbaik, mereka selalu mencari sesuatu yang tidak bekerja.

"Ini menurut saya cukup disayangkan."

Baca Juga:

Pembalap Racing Point, Sergio Perez, menjadi salah satu yang mendukung dan telah merasakan dampak dari aturan baru.

"Anda kehilangan sedikit downforce, jadi saya pikir Formula 1 telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan aturan baru ini," kata Perez.

"Menurut saya delta untuk menyalip mobil sebaiknya dikurangi sedikit, mengingat ada keuntungan dari DRS.

"Jadi, mudah-mudahan balapan bisa berjalan lebih seru bagi penonton dan juga pembalap."

Namun, banyak pembalap yang mengaku tidak melihat ada perbedaan besar dengan diperkenalkannya aturan baru.

"Menurut saya masih bisa lebih baik lagi. Tapi saya tidak akan berkata bahwa akan ada perbedaan yang besar," papar Ricciardo.

"Kami selalu sulit menyalip di trek seperti ini [Barcelona]. Peluang itu muncul hanya ketika ban mulai aus.

"Sayap depan memang lebih sederhana, tapi semua tim pintar dalam mencari cara untuk mengganggu lawan mereka.

"Jadi saya tidak mau naif dan berpikir bahwa aturan baru ini akan mengubah segalanya."

Ferrari unggul tipis 0,003 detik atas Mercedes pada tes pramusim. Selain itu sembilan dari sepuluh tim juga hanya terpisahkan jarak 1,3 detik.

Kendati dampak perubahan aero 2019 belum bisa dipastikan, hasil tes pramusim menimbulkan keyakinan bahwa persaingan musim ini akan berjalan lebih ketat.

"Melihat hasil tes di Barcelona, saya berpikir, ini seperti persaingan di Formula 2," tambah Todt.

"Maksud saya, ini adalah sebuah revolusi, dan saya sangat menantikannya."

Laporan tambahan oleh Andrew van de Burgt

Slider
List

1/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

2/10

Foto oleh: Ashleigh Hartwell / LAT Images

Presiden FIA, Jean Todt

3/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

4/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Presiden FIA, Jean Todt

5/10

Foto oleh: Stefano Arcari

6/10

Foto oleh: Stefano Arcari

7/10

Foto oleh: Stefano Arcari

8/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

9/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

10/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Next article
Albon belum bisa percaya akan debut F1

Artikel sebelumnya

Albon belum bisa percaya akan debut F1

Next article

Verstappen: Honda telah penuhi semua janji

Verstappen: Honda telah penuhi semua janji
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tags berita f1
Penulis Scott Mitchell
Be first to get
breaking news