Formula 1
R
GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
61 hari
Selengkapnya:

Todt ingin mesin F1 bisa dipakai di ajang balap lain

Presiden FIA, Jean Todt, berusaha menghidupkan kembali ide 'mesin global' yang nantinya bisa dipakai di Formula 1 dan ajang balap lain.

Todt ingin mesin F1 bisa dipakai di ajang balap lain
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08, Esteban Ocon, Sahara Force India F1 VJM10, Lance Stroll, Williams FW40, Kimi Raikkonen, Ferrari SF70H, the rest of the field at the start

Konsep ini sebenarnya sudah pernah digagaskan pada 2009. Saat itu FIA menggandeng konsultan teknis Ricardo mengenai rancangan regulasi untuk menghasilkan mesin yang bisa dipakai di 11 ajang balap dari seluruh dunia. Kesebelas ajang balap itu meliputi F1, IndyCar, ajang single-seater, reli, turing, dan sportscar.

Tapi konsep ini kemudian berhenti di tempat setelah muncul kekhawatiran soal masalah biaya dan kepraktisan.

Namun, dengan besarnya investasi yang diperlukan untuk membangun mesin hibrida F1 masa kini, Todt mengisyaratkan bahwa konsep "mesin global" bisa kembali menjadi sebuah ide yang menarik.

 "Meski ini bukan sesuatu yang mudah, mungkin kita bisa memakai mesin ini [Formula 1] di kategori balap lain," kata Todt kepada Motorsport.com.

"Untuk saat ini, setiap kategori balap memiliki regulasi sendiri-sendiri, jadi mungkin kita bisa mencoba membuat sebuah sinergi."

Todt kemudian menyebut mobil-mobil kelas LMP1 dari World Endurance Championship sebagai calon pemakai mesin yang sama seperti F1. Ia beralasan dua kategori balap tersebut kini sama-sama mengusung konsep 'ketahanan'.

"Kita memiliki kejuaraan balap ketahanan lewat LMP1," ucap Todt. "Tapi saat ini mereka memakai mesin yang berbeda. Jadi akan lebih masuk akal jika WEC ke depannya bisa bersinergi [dengan F1]."

WEC sendiri saat ini sedang menjajaki sejumlah opsi untuk regulasi di masa depan, sebagai reaksi dari hengkangnya dua pabrikan besar, Audi dan Porsche dari LMP1.

Tapi Todt diyakini harus lebih berhati-hati, karena terakhir kali F1 dan kasta tertinggi balap sportscar mencoba untuk memakai teknologi yang sama, hal tersebut berujung pada matinya kejuaraan World Sportscar Championship jelang musim 1993.

Laporan tambahan oleh Gary Watkins

FIA WEC 2017 Group Photo

FIA WEC 2017 Group Photo
1/7

Foto oleh: JEP / Motorsport Images

Foto grup mobil-mobil WEC 2017

Jean Todt, President, FIA

Jean Todt, President, FIA
2/7

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Jean Todt, Presiden FIA

Valtteri Bottas, Mercedes-Benz F1 W08 Hybrid at the start of the race

Valtteri Bottas, Mercedes-Benz F1 W08 Hybrid at the start of the race
3/7

Foto oleh: Sutton Images

#1 Porsche Team Porsche 919 Hybrid: Timo Bernhard, Mark Webber, Brendon Hartley, #6 Toyota Racing To

#1 Porsche Team Porsche 919 Hybrid: Timo Bernhard, Mark Webber, Brendon Hartley, #6 Toyota Racing To
4/7

Foto oleh: Porsche Motorsport

Mobil-mobil LMP1

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08, at the start of the race

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08, at the start of the race
5/7

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Daniil Kvyat, Scuderia Toro Rosso STR12, Lance Stroll, Williams FW40, Kevin Magnussen, Haas F1 Team

Daniil Kvyat, Scuderia Toro Rosso STR12, Lance Stroll, Williams FW40, Kevin Magnussen, Haas F1 Team
6/7

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Start: #18 Porsche Team Porsche 919 Hybrid: Romain Dumas, Neel Jani, Marc Lieb memimpin

Start: #18 Porsche Team Porsche 919 Hybrid: Romain Dumas, Neel Jani, Marc Lieb memimpin
7/7

Foto oleh: Porsche AG

dibagikan
komentar
Mercedes siap hadapi pembatasan mesin di 2018

Artikel sebelumnya

Mercedes siap hadapi pembatasan mesin di 2018

Artikel berikutnya

Nurburgring berpotensi kembali gelar F1 di 2019

Nurburgring berpotensi kembali gelar F1 di 2019
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Jonathan Noble