Toro Rosso-Honda manfaatkan wawasan LMP1 di F1 2018

dibagikan
komentar
Toro Rosso-Honda manfaatkan wawasan LMP1 di F1 2018
Edd Straw
Oleh: Edd Straw
Co-author: Scott Mitchell
22 Apr 2018 09.02

Pengalaman Brendon Hartley di World Endurance Championship bersama Porsche dinilai telah membawa wawasan yang "unik dan segar" untuk tim Formula 1 Toro Rosso.

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13 Honda

Di ajang balap ketahanan Hartley membalap dengan Porsche 919 Hybrid LMP1 pada 2014-2017, dan merengkuh dua gelar juara dunia bersama tim pabrikan Jerman tersebut.

Meski teknologi hibrida yang saat ini diadopsi mesin F1 berbeda dengan yang ada pada mobil LMP1 Porsche, Hartley dinilai telah membawa sejumlah ide baru mengenai cara penggunaan energi listrik dan pengelolaan bahan bakar dan ban.

"Yang bagus dari kedatangan Brendon adalah dia punya pendekatan berbeda mengenai hal-hal tertentu," ungkap direktur teknis Toro Rosso, James Key.

“Cara dia menghemat bahan bakar, menjaga performa ban, dan menggunakan energi, benar-benar menjadi hal baru buat kami. Itu tidak akan terjadi tanpa kedatangan dia, atau dengan pembalap single-seater biasa.

“Teknologinya memang jauh berbeda, jadi tidak ada transfer teknologi. Tapi ini lebih tentang proses dan pendekatan dalam mengelolanya.

"Menurut saya ini bagus buat Honda, tapi juga untuk keseluruhan tim karena dia membawa wawasan yang segar dan unik."

#2 Porsche Team Porsche 919 Hybrid: Timo Bernhard, Earl Bamber, Brendon Hartley
Porsche Team Porsche 919 Hybrid

Foto oleh: JEP / LAT Images

Hartley yakin dia menyimpan keunggulan terutama dalam hal mengoptimalkan efisiensi bahan bakar.

"Saya pikir ini bisa menjadi keuntungan karena saya sudah terbiasa mengemudi seefisien mungkin, dan di sana [WEC] bahan bakar sangat terbatas," ucap Hartley kepada Motorsport.com.

"Tentu saja ini menjadi hal yang berharga, dan semua pengalaman adalah pengalaman yang baik."

Kendati demikian, Hartley mengungkapkan ia memiliki pengaruh yang lebih sedikit di F1 ketimbang saat mengemudikan mobil LMP1. Pembalap asal Selandia Baru itu menilai sistem hibrida yang dimiliki Porsche 919 lebih rumit karena merupakan mobil four-wheel-drive (4WD, penggerak empat roda).

"Pengaruh saya lebih sedikit di F1, karena bukan mobil four-wheel-drive," terang Hartley.

"Dengan mobil 4WD dan mesin listrik yang menggerakkan as roda depan, sementara mesin pembakaran hanya mengendalikan bagian belakang, maka pembalap punya pengaruh besar agar semua ini bekerja dengan mulus."

Ikuti Motorsport.com di:

Slider
List

Brendon Hartley, Toro Rosso

Brendon Hartley, Toro Rosso
1/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Brendon Hartley, Scuderia Toro Rosso STR13 and Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso STR13

Brendon Hartley, Scuderia Toro Rosso STR13 and Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso STR13
2/10

Foto oleh: Sutton Images

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13 Honda

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13 Honda
3/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Brendon Hartley, Toro Rosso, on the grid

Brendon Hartley, Toro Rosso, on the grid
4/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13 Honda, Pierre Gasly, Toro Rosso STR13 Honda

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13 Honda, Pierre Gasly, Toro Rosso STR13 Honda
5/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

The Toro Rosso team prepare the car of Brendon Hartley, Toro Rosso STR13 Honda, on the grid

The Toro Rosso team prepare the car of Brendon Hartley, Toro Rosso STR13 Honda, on the grid
6/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Brendon Hartley, Scuderia Toro Rosso STR13

Brendon Hartley, Scuderia Toro Rosso STR13
7/10

Foto oleh: Sutton Images

Brendon Hartley, Toro Rosso

Brendon Hartley, Toro Rosso
8/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13 Honda

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13 Honda
9/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Engineers and the car Brendon Hartley, Toro Rosso STR13 Honda, in the garage

Engineers and the car Brendon Hartley, Toro Rosso STR13 Honda, in the garage
10/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Next article
Mencontoh IndyCar "bisa jadi akhir dari Formula 1"

Artikel sebelumnya

Mencontoh IndyCar "bisa jadi akhir dari Formula 1"

Next article

Persaingan ketat, Hamilton: Gelar F1 2018 akan lebih bernilai

Persaingan ketat, Hamilton: Gelar F1 2018 akan lebih bernilai
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Brendon Hartley
Tim Toro Rosso Shop Now
Penulis Edd Straw
Tipe artikel Analisis