Vettel tertekan, Ferrari ikut bersalah

dibagikan
komentar
Vettel tertekan, Ferrari ikut bersalah
Oleh:
1 Jan 2019 12.36

Ferrari dinilai tidak mampu meringankan tekanan yang dirasakan Sebastian Vettel sepanjang musim Formula 1 2018. Hal ini diutarakan mantan pembalap tes skuat Maranello, Luciano Burti.

Harapan gelar Vettel pupus menyusul serangkaian kesalahan pada paruh kedua musim tahun lalu. Ini berawal dengan insiden mengunci ban dan melebar ke jebakan pasir saat memimpin GP Jerman.

“Itu kesalahan kecil, biasa terjadi, tapi sialnya itu dilakukan dalam waktu dan tempat yang salah. Sehingga konsekuensinya besar,” kata Burti kepada Motorsport.com.

“Sejak itu, menurut saya seseorang seperti Jean Todt [mantan team principal Ferrari] seharusnya ikut memberi dukungan.

“Saya pikir Vettel seperti dibiarkan sendirian dalam usahanya untuk bangkit dari kesalahan-kesalahan itu.

“Karena sebagai pembalap, begitu Anda berpikiran ‘Saya tidak boleh membuat kesalahan di lap atau tikungan berikutnya’, Anda pasti akan membuat kesalahan. Begitu hal seperti itu ada di kepala Anda, selesai sudah.

“Menurut saya itu yang terjadi pada dirinya. Walau dia peraih juara dunia yang hebat, dia tetaplah seorang manusia biasa, dan ada dampak negatif ketika Anda memiliki perasaan seperti itu.

“Karena tidak normal bagi peraih empat gelar juara dunia membuat begitu banyak kesalahan, dan beberapa di antaranya adalah kesalahan konyol,” ujarnya.

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, tertunduk usai tersingkir dari GP Jerman

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, tertunduk usai tersingkir dari GP Jerman

Baca Juga:

Burti, membalap di Formula 1 bersama Jaguar dan kemudian Prost, merupakan pembalap tes Ferrari antara 2002-2004 yang waktu itu masih dikepalai Todt.

Ia juga mengatakan, kepemimpinan Ferrari, yang mana team principal saat ini dijabat Maurizio Arrivabene, tidak berjalan seefektif dibandingkan dengan era di awal 2000-an.

“Mungkin Ferrari kehilangan gaya kepemimpinan yang dulu biasa ditunjukkan Jean,” tambahnya.

“Saya pernah bekerja dengan Stefano Domenicali, dan dia adalah orang yang sangat baik. Saya tidak tahu seperti apa kondisi tim waktu ketika ia menjadi team principal [2008-2014]. Tapi, begitu dia meninggalkan Ferrari, ritme itu seperti hilang.

“Saya tahu sedikit tentang Arrivabene, karena waktu saya di Ferrari dia bersama Philip Morris. Dari sudut pandang saya, dia bukan pemimpin yang baik, karena dia bukan orang yang berbelas kasih. Dia selalu menjauh dari kami, saya tidak tahu alasannya,” tandasnya.

Slider
List

1/10

Foto oleh: Jean Petin / Sutton Images

Maurizio Arrivabene, Ferrari Team Principal

2/10

Foto oleh: Erik Junius

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

3/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Sebastian Vettel, Ferrari, Maurizio Arrivabene, Ferrari Team Principal

4/10

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, berjalan setelah tersingkir dari balapan GP Jerman

5/10

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, kecelakaan di GP Jerman

6/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, berjalan setelah tersingkir dari balapan GP Jerman

7/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Sebastian Vettel, Ferrari

8/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

9/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

10/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Sebastian Vettel, Ferrari

Next article
Top 12: Rivalitas terpanas antar rekan setim F1

Artikel sebelumnya

Top 12: Rivalitas terpanas antar rekan setim F1

Next article

Rahasia kunci kecepatan Hamilton

Rahasia kunci kecepatan Hamilton
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Luciano Burti , Sebastian Vettel Shop Now
Tim Ferrari Shop Now
Penulis Edd Straw