Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Wawancara
Formula 1 F1 GP Monako

Biaya Transportasi Membengkak, Steiner Melunak soal Budget Cap

Haas kian kencang menyuarakan pro pembatasan anggaran karena efek inflasi kian dirasakan tim-tim Formula 1.

Guenther Steiner, Team Principal, Haas F1, and Frederic Vasseur, Team Principal, Alfa Romeo Racing

Tiga skuad papan atas F1 mendorong agar budget cap dilonggarkan, tidak lagi 140 juta dolar (sekitar Rp2 triliun). Namun, Haas, Williams, Alfa Romeo dan Alpine bersikeras menentang permintaan tambahan 8-10 juta dolar.

Inflasi membuat tim mengalami penurunan daya beli hingga tujuh persen. Situasi makin buruk ketika Rusia menginvasi Ukraina karena biaya transportasi melambung.

Tentu saja, skuad F1 dengan dana terbatas bakal pusing tujuh keliling karena beban biaya transportasi tak bisa dihindari karena ada beberapa balapan di luar Eropa.

Dalam wawancara dengan Motorsport.com, prinsipal Haas Gunther Steiner mengungkapkan bahwa dengan budget cap sekarang, mereka justru sudah kompetitif.

“Kami berangkat dari titik yang tidak bisa dibantah. Pada musim ini, hingga balapan keempat, semua tim sudah mengumpulkan poin dalam klasemen. Saya yakin itu tak pernah terjadi cukup lama,” ujarnya.

Budget cap berfungsi dan jika spirit yang menyebabkan pengenalan regulasi ini terjaga, pool tim akan sangat kompak. Tapi, perlu menghindari membuka dompet, jika tidak, semua akan kehilangan maknanya.

“Tiga tim teratas mendorong anggaran tambahan. Seandainya proposal diterima, maka apa yang terjadi? Mercedes, Red Bull dan Ferrari akan membawa satu atau dua peningkatan di trek, yang pada akhirnya bisa membatalkan satu sama lain. Satu-satunya hasil adalah kian lebarnya gap dengan tim-tim lain.”

Baca Juga:

Steiner mengingatkan kembali tujuan diperkenalkannya regulasi budget cap agar semua kontestan bisa bertarung hingga akhir.

“Bukan itu ide budget cap ketika ditawarkan dan dipilih. Kami juga, sebagai perusahaan, punya kewajiban berhemat. Kami punya anggaran yang tidak bisa dilewati dan jika ada kenaikan biaya di satu sisi, kami harus menghemat untuk pos lain.

“Saya yakin hal serupa berfungsi untuk semua perusahaan. Jika seorang CEO tidak bisa mengatasi dan memecahkan sebuah situasi tipe ini, maka perlu dipecat.”

Beberapa waktu lalu, prinsipal Red Bull Racing, Christian Horner, meminta Formula One Management mempertimbangkan biaya transportasi yang meroket. Ini jadi alasan untuk menaikkan anggaran.

Dalam kasus ini, Steiner tidak keberatan. Hanya saja, ketika biaya berangsur normal maka komponen itu bisa dipangkas lagi.

“Ini masalah yang bisa diselesaikan dan saya tidak melihat kerugian apa pun. Biaya meningkat banyak, tapi untungnya Formula One Management mengatur semua. Mereka sangat sadar besaran kenaikan yang terjadi beberapa bulan terakhir,” ia mengungkapkan.

“Saya tidak melihat ada masalah mengeluarkan anggaran ekstra untuk bagian ini, jumlahnya setara dengan perbedaan antara jumlah anggaran awal tahun dan berapa sebenarnya biaya yang kami hadapi. Jika pengeluaran 2023 menurun, dana ekstra ini akan dihapus atau dikurangi seiring dengan penurunan biaya.”

Kevin Magnussen, Haas VF-22

Kevin Magnussen, Haas VF-22

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Charles Leclerc Masih Perlu Langkah Maju di Monako
Artikel berikutnya Hamilton: Balapan di F1 GP Monako seperti Naik Roller Coaster

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia