Bila Hamilton Pergi, Mercedes Bisa Pertimbangkan Vettel

Lewis Hamilton belum mengungkapkan posisinya untuk Formula 1 2022. Namun, siapa saja yang bisa menggantikannya di Mercedes-AMG Petronas sudah mulai bermunculan.

Bila Hamilton Pergi, Mercedes Bisa Pertimbangkan Vettel

Masa depan juara dunia F1 tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019) tersebut memang belum pasti menyusul insiden balapan terakhir musim lalu, GP Abu Dhabi, yang mengubur peluangnya merebut gelar kedelapan.

Hamilton dikabarkan sangat terpukul sekaligus kecewa dengan sejumlah keputusan kontroversial di Sirkuit Yas Marina pada 12 Desember lalu itu. Akibatnya, pembalap Inggris itu tidak mau berbicara soal Kejuaraan Dunia F1 2022.

Ada pula yang menyebut bila Hamilton baru akan memutuskan masa depannya setelah melihat hasil investigasi FIA terkait GP Abu Dhabi 2021. Investigasi sudah dilakukan namun hasil awal baru akan muncul pada Februari nanti.

Di sisi lain, F1 2021 akan dimulai di Sirkuit Internasional Bahrain, GP Bahrain, pada 18 Maret mendatang. Praktis, waktunya sangat mepet dengan hasil investigasi FIA.

Di tengah ketidakpastian dari Hamilton, muncul sejumlah nama yang kabarnya bisa menjadi pendamping George Russell di Mercedes bila Hamilton ternyata tidak mau melanjutkan karier di F1.

Lagi-lagi, nama Sebastian Vettel muncul. Pembalap asal Jerman itu memang masih memiliki kontrak dengan Aston Martin F1 Team sampai akhir musim 2022. Vettel juga sudah memiliki bos baru setelah Mike Krack dipercaya menjadi prinsipal tim menggantikan Otmar Szafnauer yang pergi.

Analis dan presenter Sky Sports F1 Ralf Schumacher sangat yakin cepat atau lambat nama Vettel akan disebut-sebut di Mercedes jika situasi Hamilton masih tetap seperti ini hingga menjelang musim dimulai.  

“Vettel memiliki pengalaman, ia juga masih punya kecepatan. Yang paling penting, ia sangat familiar dengan mobil Mercedes serta mesinnya. Menurut saya, konsep Aston Martin (dalam membuat mobil F1) sangat dekat (dengan Mercedes),” kata Ralf Schumacher.

Baca Juga:

Mantan pembalap F1 yang juga adik kandung Michael Schumacher itu menyebut, bila diberi kesempatan ke Mercedes, Vettel akan memberikan lebih dari 100 persen.

“Pasalnya, ia akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bersaing merebut gelar lagi. Itulah yang diinginkan Vettel selama ini. Ia ingin kembali memenangi balapan dan itu sudah ditunjukannya,” ucap Ralf Schumacher.

Kendati begitu, menurut Ralf Schumacher, peluang Vettel untuk bergabung ke Mercedes bisa tidak akan ada karena dua hal.

Pertama, tentu saja jika Hamilton tidak jadi pergi. Bila Hamilton pergi, Vettel juga tidak bisa langsung menjadi kandidat penggantinya bila Toto Wolff, Prinsipal Tim Mercedes, menjalankan strategi B. Seperti diketahui, saat ini Mercedes memiliki banyak pembalap muda berbakat.

Sejatinya, memunculkan nama Sebastian Vettel sebagai calon pengganti Lewis Hamilton bila dirinya mundur, bukan tanpa pertimbangan. Vettel adalah juara dunia F1 empat kali beruntun (2010-2013).  

Sejak debut di F1 dengan turun di GP Amerika Serikat 2007, Sebastian Vettel telah turun dalam 279 Grand Prix. Dari jumlah itu ia berhasil merebut 53 kemenangan, 57 pole position, 38 fastest lap, dan 122 podium.

Masa kejayaan Sebastian Vettel terjadi saat ia membela Red Bull Racing. Di tim itulah Vettel merebut semua gelarnya sekaligus membantu menguasai gelar konstruktor, juga empat kali beruntun pada 2010-2013.

dibagikan
komentar
Stok Pembalap Muda Red Bull Melimpah
Artikel sebelumnya

Stok Pembalap Muda Red Bull Melimpah

Artikel berikutnya

John Watson: Sulit bagi Michael Masi Mempertahankan Posisi

John Watson: Sulit bagi Michael Masi Mempertahankan Posisi
Muat komentar