F1 akui tak ingin kehilangan GP Singapura

Setelah kabar hengkangnya Malaysia dari kalender Formula 1 tahun depan, CEO F1, Chase Carey, mengaku berusaha keras mempertahankan GP Singapura.

Kalender musim tahun depan sudah dipastikan terdiri dari 21 balapan. Perancis dan Jerman akan kembali menggelar balapan F1, sementara Malaysia untuk pertama kalinya sejak 1999 mundur dari gelaran 'jet darat'.

Carey mengaku berniat melakukan ekspansi setelah musim 2018. Tapi ia menyadari bahwa tim-tim F1 perlu terlebih dahulu menyetujui rencananya tersebut, mengingat pentingnya isu logistis.

"Fokus utama kami adalah memperkuat komposisi 21 balapan [pada 2018]," ucapnya. "Kami telah membahas soal event yang lebih besar dan memaksimalkan fasilitas hospitality kami – penting untuk kustomer kelas atas yang hadir langsung di sirkuit.

"Soal jumlah balapan, kami belum punya target khusus. Kami tahu peluang itu ada, tapi kami ingin berdiskusi dengan tiap tim sebelum membahas detail-detail lebih lanjut."

Meski balapan GP Malaysia tahun ini menjadi yang terakhir, Carey berharap ia bisa mempertahankan gelaran GP Singapura, yang saat ini tengah dirundung ketidakpastian.

"Kami secara aktif berusaha memperbarui kontrak GP Singapura, jadi jangan cepat-cepat mengira mereka akan hengkang. Kami ingin melanjutkan balapan F1 di sana.

"Seperti Amerika, Asia adalah pasar yang penting untuk perkembangan kami. Balapan Singapura telah menjadi balapan yang sukses bagi kami. Kita memulai musim tahun ini di benua Asia, dan jumlah penonton GP Tiongkok dan GP Australia sama-sama meningkat secara signifikan.

"Saya pikir kami telah mendapatkan momentum, jadi Asia sudah jelas menjadi pasar yang kami perkirakan akan terus berkembang di masa mendatang."

 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tipe artikel Breaking news
Tag gp malaysia, gp singapura