Bos F1 Terkejut Lewis Hamilton Bukan Pembalap Terpopuler

CEO Formula 1, Stefano Domenicali, mengaku heran Lewis Hamilton tak menduduki posisi puncak pembalap jet darat paling populer dalam hasil survei fans secara global.

Bos F1 Terkejut Lewis Hamilton Bukan Pembalap Terpopuler

F1 Global Survey yang digelar oleh Motorsport Network dalam kemitraan dengan F1 dan Nielsen Sports dirilis jelang Grand Prix Amerika Serikat. Total, ada lebih dari 167 ribu penggemar di 187 negara berbeda yang memberikan suara.

Hasilnya, Max Verstappen dinobatkan sebagai pembalap F1 terpopuler. Driver Red Bull Racing itu meraup 14,4 persen. Sementara urutan kedua ditempati Lando Norris (McLaren), unggul atas Hamilton.

Sepanjang kariernya, Hamilton telah menjadi figur publik dan sosok paling menonjol. Dia bahkan juga menyandang status selebriti, tidak seperti rekan-rekan sesama pembalapnya.

Namun, pengoleksi tujuh gelar itu justru kalah tenar dari Verstappen dan Norris dalam hasil survei fans global. Kendati demikian, Hamilton masih tetap dianggap pembalap terfavorit di antara penggemar Inggris.

Ditanya apakah sedikit terkejut melihat Hamilton tidak menghuni nomor satu, Domenicali menjawab: “Ya, saya harus katakan, ya.

“Tetapi di sisi lain, jika Anda berpikir tentang demografi orang-orang yang lebih terlibat dalam (suara) semacam ini, saya kira Anda memahami mengapa Lando memiliki audiens yang besar, dalam hal itu.

“Ini lebih terkait dengan fakta bahwa dia memiliki pendekatan yang segar dengan mereka, dengan cara lebih dekat dengan orang-orang yang mengikutinya. Itu adalah pandangan pribadi saya.”

Lewis Hamilton, Mercedes, dan Max Verstappen, Red Bull Racing, di podium F1 GP Amerika Serikat 2021

Lewis Hamilton, Mercedes, dan Max Verstappen, Red Bull Racing, di podium F1 GP Amerika Serikat 2021

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Menempati urutan kedua secara keseluruhan dan membantu McLaren memenangi pemilihan sebagai tim favorit penggemar, Lando Norris pun mengaku senang punya pengaruh positif pada penggemar muda melalui kehadiran media sosial yang kuat dan aktivitas seperti streaming di Twitch.

Adapun, Stefano Domenicali mengatakan bahwa meski perbedaan yang sangat, sangat kecil antara pembalap papan atas, pihaknya merasakan minat besar dari generasi muda terhadap F1.

“Saya tidak ingin memberikan besaran yang lebih besar dari apa yang ada, tapi yang pasti itu pertanda bahwa, seperti yang selalu saya katakan, kami tidak memiliki masalah dengan pembalap untuk masa depan,” kata Domenicali.

“Kami memiliki sekelompok pembalap muda yang luar biasa, sangat berbakat dan sangat bagus yang bernilai untuk Formula 1.”

Hasil survei global penggemar F1 turut mencerminkan masuknya fans baru dan muda ke kejuaraan, lantaran karena usia pemilih rata-rata berkurang empat tahun dari 36 menjadi 32.

Domenicali sepakat bahwa serial dokumenter Drive to Survive di Netflix telah memainkan peran besar dalam membawa penggemar anyar ke F1 sejak survei terakhir pada 2017.

“Yang pasti, Drive to Survive memiliki dampak yang besar, terutama bagi mereka yang tidak terlalu fanatik dengan Formula 1,” ucapnya.

“Mereka melihat narasi berbeda terkait olahraga itu. Yang pasti, itu berdampak positif.”

Baca Juga:
dibagikan
komentar
Alonso dan Ocon Bebani Pekerjaan Rumah untuk Alpine
Artikel sebelumnya

Alonso dan Ocon Bebani Pekerjaan Rumah untuk Alpine

Artikel berikutnya

Tim-tim F1 Tak Punya Alternatif soal Penalti Grid Penggantian Mesin

Tim-tim F1 Tak Punya Alternatif soal Penalti Grid Penggantian Mesin
Muat komentar