Bos Ferrari Nilai Pembalap Muda Kekurangan Kursi di F1

Prinsipal Ferrari Mattia Binotto mengatakan timnya terus berusaha mencarikan peluang untuk anggota akademi mereka di Formula 1. Namun ia mengakui itu bukan perkara mudah karena keterbatasan slot.

Bos Ferrari Nilai Pembalap Muda Kekurangan Kursi di F1

Scuderia Ferrari telah menyalurkan Mick Schumacher ke Tim Haas F1, tetapi kontrak slot satu kursi Alfa Romeo akan berubah untuk 2022. Pabrikan Italia telah menggunakan jatahnya untuk Charles Leclerc pada 2018 dan Antonio Giovinazzi sejak 2019.

Prinsipal Alfa Romeo Frederic Vasseur tidak menampik kemungkinan untuk mempertahankan Giovinazzi, namun ia juga tengah mempertimbangkan opsi lain. Jika pilot 27 tahun itu tidak dipilih, maka ia tak akan absen dari F1 musim depan. 

Red Bull Racing telah menempatkan Alex Albon di Williams Racing. Esteban Ocon yang dapat dukungan Mercedes, sudah mengamankan kursi di Alpine F1. Di sisi lain, Ferrari kini justru kesulitan menentukan jenjang karier para pembalap mudanya.

Callum Ilott, yang berperan sebagai pilot cadangan Alfa Romeo musim 2021 ini bersama Robert Kubica, sudah mulai memilih jalur alternatif di IndyCar.

Baca Juga:

Tetapi, untuk saat ini di Formula 2 (F2), Robert Shwartzman, yang berada di posisi ketiga, serta Marcus Armstrong di P14, tampaknya kurang beruntung.

Meski begitu, sisi positifnya adalah tahun depan semua tim F1 harus memberikan kesempatan kepada pembalap muda untuk menjalani sesi latihan pertama hari Jumat.

“Sangat menyedihkan bahwa hanya ada sedikit peluang untuk mendapatkan kursi F1. Dan tidak banyak alternatif,” kata Mattia Binotto kepada Motorsport.com.

“Jika seorang pembalap benar-benar kuat, dia mungkin bisa menemukan kesempatan, tetapi kami pun harus membantunya. Di Ferrari, tentu, kami mencoba mendukung pembalap muda.

“Kami punya akademi pembalap sendiri, kami memberi mereka kesempatan sebanyak yang kami bisa untuk mengemudikan mobil F1.  Itulah mengapa penting untuk mencoba menciptakan peluang.

Mattia Binotto, Team Principal, Ferrari

Mattia Binotto, Team Principal, Ferrari

Foto oleh: FIA Pool

“Karenanya pula percakapan dengan F1 dan FIA menjadi penting. Ada diskusi antara tim dengan mereka soal sesi ekstra, pengujian dan kesempatan bagi pilot muda berpartisipasi dalam akhir pekan balapan.”

Menurut Binotto, isu ini sangat penting untuk didiskusikan. Sebagai hasilnya, mereka perlu mendukung dan memastikan para pembalap mudanya mendapatkan kesempatan menjalankan mobil F1.

Untuk masa depan Robert Shwartzman, Binotto mengatakan pihaknya pertama-tama perlu menunggu dan fokus pada hasil kejuaraan F2. Saat ini pembalap Rusia itu tertinggal 36 poin dari Oscar Piastri, sang pemuncak klasemen.

“Ini bukan musim yang mudah baginya, namun dia sangat fokus dan berusaha menyelesaikan musim dengan baik. Kami tak mau dia terganggu dan akan mendorongnya untuk memberikan yang terbaik hingga akhir,” ucap Binotto.

 

dibagikan
komentar
Stefano Domenicali: Hamilton vs Verstappen Salah Satu Duel Terbaik F1

Artikel sebelumnya

Stefano Domenicali: Hamilton vs Verstappen Salah Satu Duel Terbaik F1

Artikel berikutnya

AlphaTauri Tak Pernah Ragu Beri Yuki Tsunoda Perpanjangan Kontrak

AlphaTauri Tak Pernah Ragu Beri Yuki Tsunoda Perpanjangan Kontrak
Muat komentar