Bos McLaren Desak Pembatasan Gaji Pembalap F1

CEO McLaren, Zak Brown, mendesak adanya pembatasan gaji para pembalap Formula 1. Selain untuk menghemat pengeluaran tim, langkah itu juga mencegah adanya jurang perbedaan yang dalam antara pilot.

Bos McLaren Desak Pembatasan Gaji Pembalap F1

November lalu, para petinggi tim sepakat untuk menetapkan batas atas anggaran gaji menjadi 30 juta dollar (sekitar Rp424 miliar) untuk dua pembalap.

Namun, tampaknya sulit menuangkan itu dalam aturan tertulis. Pastinya, akan ada tentangan dari pilot jet darat terutama yang bergaji besar.

Kendati demikian, Brown optimistis rencana tersebut bisa dieksekusi ke depannya.

“Saya pikir tim-tim menyukai perkenalan plafon gaji untuk para pembalap, mungkin mereka akan memperkenalkan itu pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

Seiring dengan ketentuan pembatasan anggaran yang diberlakukan mulai musim 2023, tampaknya pengurangan gaji tak terelakkan.

Komponen tersebut menyumbang bobot cukup besar dalam pengeluaran. Salah satu contohnya adalah bayaran Lewis Hamilton yang mencapai 76 juta dollar, sedangkan rekan setimnya di Mercedes, Valtteri Bottas hanya menerima 15 juta dollar.

Baca Juga:

Pendapatan Sebastian Vettel 57 juta dollar dari Ferrari, sementara Renault membayar Daniel Riccardo 32 juta dollar.

Brown meminta agar Formula 1 dan tim-tim mulai berbenah sehingga bisa lanjut berkompetisi.

“Formula 1 mesti berubah dengan profil keuangan agar tim lebih berkelanjutan. Ini yang sedang dilakukan saat ini, mereka mengurangi total belanja tapi ada fleksibilitas di mana kami dapat membelanjakan uang kami,” tuturnya.

dibagikan
komentar
Verstappen Ingin Teruskan Tren Kalahkan Rekan Setim

Artikel sebelumnya

Verstappen Ingin Teruskan Tren Kalahkan Rekan Setim

Artikel berikutnya

Hamilton: Russell Calon Juara Dunia

Hamilton: Russell Calon Juara Dunia
Muat komentar