Bos tim Ford akui tak tertarik kembali ke F1

Pabrikan mobil raksasa Amerika Serikat, Ford, mengutarakan ketidaktertarikan mereka untuk kembali ke Formula 1 setelah tidak menghadiri acara pertemuan FIA di Paris soal regulasi mesin pasca 2020.

Meski dihadiri beberapa pabrikan mobil seperti Grup Volkswagen dan Alfa Romeo, acara pertemuan FIA di Paris, tidak dihadiri pabrikan raksasa asal Amerika Serikat, Ford.

Direktur Ford Performance, Dave Pericak, mengaku pihaknya tidak tertarik untuk kembali membalap di ajang yang sempat didominasi oleh mesin DFV mereka pada era akhir 60-an dan masih bisa menjuarai balapan hingga tahun 1982.

Sebagai penyuplai mesin, Ford terakhir kali merengkuh gelar juara dunia pada tahun 1994 bersama pembalap Michael Schumacher dan tim Benetton. Kemenangan terakhir pabrikan 'oval biru' diraih bersama tim Stewart Grand Prix pada tahun 1999.

Ford kemudian membeli tim Stewart dan menjalankannya di bawah panji merek Jaguar. Tidak berhasil meraih kesuksesan, mereka akhirnya berhenti pada tahun 2004, dan dibeli oleh Red Bull dengan harga satu dollar.

"F1 pastinya tidak relevan dengan apa yang sedang kami lakukan," ujar Pericak kepada Motorsport.com. "Mereka terlalu jauh dari yang kami harapkan.

"F1 memang menarik dan keren, tapi hasil membalap di sana tidak bisa langsung kami terapkan, atau berguna untuk pekerjaan harian kami di Ford.

"Saya belum melihat ada alasan bagi kami untuk kembali ke F1."

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tim Ford Racing
Tipe artikel Breaking news
Tag pericak