Bos Williams Sebut Russell Mirip Raikkonen

Prinsipal Tim Williams Jost Capito melihat banyak kesamaan antara Kimi Raikkonen dengan George Russell.

Bos Williams Sebut Russell Mirip Raikkonen

Pernyataan pria asal Jerman, 62 tahun, tersebut mungkin agak mengejutkan banyak pihak. Tetapi, sebagai orang yang kenyang pengalaman menangani tim balap, pendapat Capito ini jelas menarik untuk dicermati.

Sejak turun penuh di Kejuaraan Dunia Formula 1 pada 2019 bersama Williams, Russell memang belum pernah merebut poin. Tahun lalu, pembalap asal Inggris itu mengejutkan banyak pihak saat menggantikan Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1 Team) di GP Sakhir.

Ia mampu start dari grid kedua di belakang pembalap full-time Mercedes, Valtteri Bottas. Russell akhirnya mampu merebut tiga poin di GP Sakhir setelah finis di P9 (2 poin) dan membuat lap tercepat balapan (bonus 1 poin).

Bukan rahasia lagi jika kegagalan Russell merebut poin hingga lomba kesembilan F1 2021 ini disebabkan karena sasis Williams FW43B yang tidak kompetitif kendati bermesin Mercedes, pabrikan yang menaungi Russell sejak masih di level junior.

Russell, 23 tahun, tetap populer di tengah rekan-rekan sesama pembalap, bos-bos tim, dan media. Kendati Williams tidak kompetitif, Russell dinilai tetap mampu menunjukkan potensi besarnya sebagai calon pembalap hebat di masa depan.

George Russell, Williams FW43B

George Russell, Williams FW43B

Foto oleh: Drew Gibson / Motorsport Images

Karena itulah saat melihat Russell, Jost Capito langsung teringat kepada Kimi Raikkonen (Alfa Romeo Racing-Ferrari) saat masih muda. Saat pembalap Finlandia itu melakukan debut F1 pada 2001, Capito adalah salah satu eksekutif di Sauber, tim yang dibela Raikkonen.

“Saya menilai banyak sifat dan karakter Kimi Raikkonen saat melihat George. Ia pembalap yang brilian. Saya bertambah yakin dengan Kimi begitu berbicara dengan tim manajemennya saat itu,” ucap Capito dalam podcast Formula 1 Beyond The Grid.

Saat kali pertama bertemu, Capito mengaku langsung tahu bila Raikkonen memiliki potensi besar kendati saat debut F1 di GP Australia 2001 usianya baru sekitar 21 tahun.

“Saya tahu ia akan menjadi pembalap sensasional. Saya memiliki feeling ini sejak kali pertama melihat Kimi,” ucap sosok di balik kesuksesan Volkswagen mendominasi WRC di kategori konstruktor dan pereli (Sebastien Ogier) dengan hattrick gelar pada 2013-2015.

Baca Juga:

Di Austria lalu, Capito menyebut, meskipun harapan Williams terhadapnya terbilang tinggi, utamanya setelah performanya tahun lalu, George Russell mampu memenuhinya.

George Russell juga memberikan impresi bagus saat rumor transfer yang menyebutnya akan ditarik Mercedes untuk mendampingi Lewis Hamilton pada F1 2022 mendatang.

“Sungguh mengejutkan melihat Russell bisa begitu tenang menghadapi kabar tentang masa depannya ini,” kata Capito tentang kampiun GP3 Series 2017 dan juara FIA Formula 2 2018 tersebut.   

Sejarah mencatat, Kimi Raikkonen langsung melesat begitu ditarik McLaren pada 2002 dan langsung menjadi runner-up F1 2003 di belakang Michael Schumacher (Ferrari). Raikkonen akhirnya berhasil menjadi juara dunia pada 2007, saat memperkuat Ferrari.

George Russell diyakini mampu mengikuti langkah Kimi Raikkonen jika mampu mendapatkan tim yang bisa memberinya mobil kompetitif.

 

dibagikan
komentar
Ferrari Tak Incar Peringkat Ketiga di Klasemen Konstruktor F1

Artikel sebelumnya

Ferrari Tak Incar Peringkat Ketiga di Klasemen Konstruktor F1

Artikel berikutnya

Hulkenberg: Red Bull Tidak Sedominan Mercedes

Hulkenberg: Red Bull Tidak Sedominan Mercedes
Muat komentar