Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Breaking news

Bottas Yakin Hamilton Masih Sulit Dikalahkan Musim Ini

Valtteri Bottas yakin mantan rekannya di Mercedes F1, Lewis Hamilton, akan kian sulit dikalahkan musim ini. Ini merujuk pada pengalamannya.

Lewis Hamilton, Mercedes, Valtteri Bottas, Mercedes, on the grid

Kedua pembalap menjadi kolega selama lima musim hingga pembalap Finlandia itu menerima pinangan Alfa Romeo. Berteman dan bermusuhan selama itu tentu saja, Bottas sangat mengenal Hamilton.

Mereka bertarung di grid membawa bendera Mercedes dalam 100 balapan. Pria 32 tahun itu hanya menang 10 kali, sedangkan juara dunia F1 tujuh kali mengoleksi kesuksesan lima kali lipat. Rasio perbandingan podium 58:78, pole position 20:42 dan fastest lap 18:28.

Mulai musim 2022, Bottas mengemudi mobil Alfa Romeo yang selama ini sulit menandingi Mercedes. Namun, di grid depan masih ada Max Verstappen, juara bertahan F1, yang pastinya membuat Hamilton pusing tujuh keliling.

Ditambah lagi, George Russell, pilot anyar Mercedes yang sudah membuktikan kapasitasnya musim lalu. Para pembalap Ferrari, Charles Leclerc dan Carlos Sainz, pun mulai bangkit setelah mengemudi F1-75. Setali tiga uang dengan pilot Mclaren, Lando Norris.

Kendati beberapa pembalap muda menebar ancaman, Bottas yakin kalau Hamilton tetap akan jadi yang terbaik.

“Saya ragu dia akan bisa dikalahkan. Tapi ya kemungkinan selalu ada, tapi…,” ujarnya kepada GP Racing. “Ketika saya tiba di Mercedes, saya bertekad mengalahkan Lewis. Lima tahun kemudian, saya masih belum berhasil.”

Dari pembalap veteran itu, Bottas belajar banyak hal salah satunya konsistensi. Ini kunci utamanya dapat mempertahankan titel selama tujuh tahun.

Baca Juga:

“Seberapa konsistens dia, terutama saat balapan, itu sangat impresif. Sungguh senang mengetahui itu di hari yang bagus, di mana saya bisa mengalahkan setiap orang. Saya juga menerima kenyataan kalau konsistensi Lewis di level berbeda.

“Hal sama terjadi dengan kemampuannya beradaptasi di berbagai situasi. Dalam waktu dekat, saya ragu dia akan bisa dikalahkan dengan materi yang identik.”

Bottas menyatakan tidak menyesal membela Mercedes selama lima tahun, meski selama itu dia selalu ada di bawah bayangan Hamilton.

“Sekarang, saya punya waktu untuk berefleksi. Saya mengingat semua hal bagus dan mengurangi hal-hal negatif. Ada banyak hal positif selama lima tahun,” ucapnya.

“Semua pencapaian dan berapa banyak podium yang saya raih, sangat keren. Saya belajar banyak sehingga menjadi pembalap yang lebih baik dan saya juga makin kuat sebagai seorang manusia.

“Pengetahuan teknik saya, seperti yang lain, telah berkembang bersama tim Mercedes. Itu akan saya butuhkan di masa depan, contohnya ketika berhubungan dengan pengembangan tim Alfa Romeo.”

Bottas mempelajari apa yang berfungsi baginya sebagai seorang pembalap dan yang tidak. Ia juga bisa mengontrol emosi serta tekanan. Dia pun lebih menikmati berbagai hal.

Berkarier satu dasawarsa di F1, membuatnya bisa fokus pada karier. “Saya mencapai fase dalam karier di mana tidak peduli lagi pada omongan dan pikiran orang lain. Saya hanya hidup untuk diri sendiri dan mencapai tujuan serta bersenang-senang,” ia menandaskan.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Aston Martin Ubah Arah Pengembangan AMR22
Artikel berikutnya Ferrari Merasa Sudah Pangkas Gap 25 Hp dengan Mercedes dan Honda

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia