Jelang GP Emilia Romagna, Bottas Bantu Mercedes Lewat Simulator

Pembalap Mercedes, Valtteri Bottas, banyak bekerja di simulator untuk menemukan setelan terbaik di F1 GP Emilia Romagna.

Jelang GP Emilia Romagna, Bottas Bantu Mercedes Lewat Simulator

Pilot Finlandia tersebut naik podium ketiga F1 GP Bahrain, 28 Maret 2021. Namun, torehan waktunya jauh tertinggal dari rekan setim, Lewis Hamilton, dan pembalap Red Bull, Max Verstappen.

Mercedes W12 bermasalah dengan isu keseimbangan dan bagian belakang yang sulit dikendalikan. Bottas yang menderita akibat kondisi tersebut berinisiatif membantu. Ia menghabiskan sebagian besar waktu dengan simulator di Brackley, markas Mercedes.

Mereka menguji beberapa set-up dan komponen untuk menemukan solusi terbaik untuk mengatasi problem tersebut.

“Saya pergi antara balapan, ke Brackley, ke simulator dan mencoba bekerja dengan set-up, berusaha menemukan jawaban dan membantu tim semampu saya untuk memperbaiki performa,” ucap Bottas.

“Saya tak bisa menghitung berapa banyak item set-up yang kami coba di simulator. Tapi setidaknya dengan datang kemari, saya kira kami punya kotak peralatan yang bagus untuk memilih (peralatan).”

Dari data Mercedes, diketahui bahwa Red Bull unggul pada tikungan yang memungkinkan kecepatan tinggi. Sementara di area lain, kedua tim hampir mendekati.

“Red Bull sungguh kuat di tikungan kecepatan tinggi. Di luar itu, perbedaannya tipis di sini dan sana. Tapi Bahrain punya sirkuit dengan tipe sendiri dan kami akan melihat di sini, contohnya. Aspal di Bahrain sangat kasar dan cengkeraman rendah,” ia mengungkapkan.

“Sementara di sini, lebih mencengkeram dan tidak mudah terhadap panas berlebihan pada ban, sehingga, jadi kita lihat saja bagaimana kondisinya.”

Bottas sedikit pesimistis dengan prestasi Mercedes musim ini setelah melihat kehebatan RB16B dan tantangan yang disuguhkan Red Bull.

Baca Juga:

“Mendominasi sebuah grand prix akan sulit tahun ini, jika melihat titik start, tapi Anda tidak tahu. Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami hanya melihat mobil-mobil di satu trek dan tidak pernah melihat perubahan performa besar dari trek ke trek. Jadi, Anda tidak pernah tahu. Tapi Anda tidak bisa melihat setiap orang sangat dominan tahun ini,” katanya.

Sementara itu, Hamilton tak segan memuji Max Verstappen dan Red Bull yang menyulitkannya sepanjang GP Bahrain.

“Jelas bahwa Red Bull memulai dengan sangat bagus, dengan mobil hebat, dan Max mengemudi dengan sangat baik,” tuturnya.

“Jadi situasinya bagus untuk musim depan. Tentu kami tidak tahu apa yang diharapkan untuk maju pada balapan berikutnya dengan temperatur dan permukaan lintasan berbeda, tapi itu akan menyenangkan dengan satu dan lain cara.”

Saat ditanya apakah Mercedes tidak lagi jadi yang tercepat, Hamilton menilai kualitas mobilnya masih sama seperti tujuh tahun terakhir.

“Tidak ada yang berubah bagi kami. Kami menghadapi akhir pekan ini sama dengan apa yang kami miliki. Jika itu tidak rusak, jangan diperbaiki. Saya kira kami punya banyak pertarungan dengan Ferrari, dengan Sebastian Vettel saat masih di Ferrari. Saya kira kami hanya harus menunduk dan lanjut melakukan apa yang kami lakukan,” pembalap Inggris itu menuturkan.

“Kami menyukai tantangan dan seperti yang saya katakan, sungguh menyenangkan kalau kami punya tantangan di tangan kami. Itu bukan apa yang kami hindari.”

dibagikan
komentar
Verstappen Ingin Minta Penjelasan soal Batas Trek kepada FIA

Artikel sebelumnya

Verstappen Ingin Minta Penjelasan soal Batas Trek kepada FIA

Artikel berikutnya

GP Kanada Terancam Batal, Turki Jadi Cadangan

GP Kanada Terancam Batal, Turki Jadi Cadangan
Muat komentar