Formula 1 2017

Bottas lolos dari penalti 'curi start' berkat toleransi sistem FIA

Karena pergerakan mobil Valtteri Bottas yang masih berada dalam batas toleransi FIA, pembalap Finlandia itu lolos dari hukuman penalti selepas start Formula 1 GP Austria.

Bottas menyebut start yang ia lakukan dari posisi pole GP Austria sebagai "start terbaik sepanjang hidupnya", meski beberapa rivalnya percaya pembalap Mercedes itu bergerak sebelum kelima lampu merah padam.

Meski pengawas balapan GP Austria telah menginvestigasi isu tersebut, pada akhirnya Bottas diputuskan tidak bersalah.

Namun kebingungan masih muncul, terutama ketika tayangan ulang televisi (yang kemudian tersebar ke media sosial) memperlihatkan bahwa roda depan Bottas bergerak saat lampu merah masih menyala.

Menanggapi hal tersebut FIA kemudian menjelaskan bahwa pergerakan kecil dari mobil memang diperbolehkan, karena beberapa pembalap terkadang harus melakukan pengaturan kopling di momen-momen krusial menjelang start.

Sistem tersebut sudah disetujui oleh semua pembalap dan telah berlaku sejak 20 tahun yang lalu.

Juru bicara FIA mengatakan pergerakan yang dilakukan Bottas di titik antara lima lampu merah menyala dan kemudian padam masih berada dalam batas toleransi sistem tersebut – dan menjadi alasan mengapa Bottas bisa lolos dari hukuman penalti.

"Untuk kasus hari ini, Valtteri Bottas tidak melebihi batas (yang sangat kecil) ini sebelum start," ujar sang juru bicara.

"Semua pergerakan yang ia lakukan sebelum lampu padam masih berada dalam batas toleransi ini."

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Event GP Austria
Trek Red Bull Ring
Pembalap Valtteri Bottas
Tim Mercedes
Tipe artikel Breaking news
Topik Formula 1 2017