Valtteri Bottas Merasa Aneh Tidak Dapat Pole Position GP Italia

Pembalap Mercedes, Valtteri Bottas, merasa sangat aneh tak dapat pole position usai tampil cepat di kualifikasi dan memenangi Sprint Race.

Valtteri Bottas Merasa Aneh Tidak Dapat Pole Position GP Italia

Bottas akan start dari grid paling belakang di Grand Prix Italia setelah Mercedes memutuskan untuk menggunakan mesin keempatnya tahun ini.

Andrew Shovlin selaku Trackside Engineering Director Mercedes mengatakan, ada masalah pada mesin Bottas di latihan bebas pertama (FP1) yang membuat pabrikan Jerman itu harus menggunakan mesin baru.

Ketika ditanya seberapa besar kekecewaannya karena gagal start dari pole position setelah jadi yang tercepat di Q3, dan memenangi Sprint Race, Bottas mengatakan itu sangat menjengkelkan karena telah menjalani dua hari dengan sangat baik.

“Performa saya sangat bagus dan Anda harus mengatur ulang segalanya untuk hari berikutnya dengan start dari belakang,” ujarnya.

“Tetapi, hal-hal semacam itu di luar kendali saya, jadi saya tidak akan membuang terlalu banyak energi atau berpikir negatif tentang hal itu karena tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mengubahnya.

“Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah berusaha sebaik mungkin dan menekan gas habis-habisan di balapan.

“Tapi setidaknya, saya telah mendapatkan beberapa poin, itu sangat berharga. Secara pribadi, bagi saya dan juga untuk tim. Ini medali yang indah.”

Baca Juga:

Menanggapi start dari belakang pada balapan GP Italia di Sirkuit Monza, Valtteri Bottas mengaku tidak bisa berkata banyak.

Pembalap asal Finlandia itu hanya fokus pada balapan dan mencoba melakukan start yang bagus untuk mengambil beberapa posisi di lap pertama.

“Apa lagi yang bisa saya katakan? Ini jadi akhir pekan terbaik sejauh ini, dan kemudian saya mendapatkan penalti grid. Itulah yang terjadi,” kata runner-up F1 2019 dan 2020 tersebut.

“Tapi, senang rasanya melihat kami memiliki mobil yang sangat kuat di sini, memiliki kecepatan yang bagus. Saya akan berjuang keras di balapan untuk finis di posisi setinggi mungkin.”

Jika melihat karakteristik Sirkuit Monza, rasanya hampir mustahil bagi pemenang sembilan Grand Prix dan 63 finis podium itu untuk mendapatkan podium dengan start dari grid paling belakang.

Pasalnya, trek yang sempit dari minimnya area untuk menyalip akan membuat pekerjaannya tak mudah di sepanjang balapan. Namun, Bottas akan berusaha memperjuangkannya, meski menyadari itu akan sangat sulit.

“Rasanya podium masih memungkinkan. Sejujurnya, apa pun bisa terjadi,” ucap peraih 17 pole position dan 17 fastest lap dalam 169 start F1 sejak GP Australia 2013 tersebut.

“Jika Anda melihat balapan di sini tahun lalu, dan apa yang terjadi pada Pierre Gasly yang meraih kemenangan dari situasi tak terduga, Anda tidak pernah tahu. Jadi, saya akan terus menekan.”

Valtteri Bottas, Mercedes W12, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Daniel Ricciardo, McLaren MCL35M, Lando Norris, McLaren MCL35M, dan para pembalap lain beberapa saat setelah start Sprint Race F1 GP Italia, Sabtu (11/9/2021).

Valtteri Bottas, Mercedes W12, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Daniel Ricciardo, McLaren MCL35M, Lando Norris, McLaren MCL35M, dan para pembalap lain beberapa saat setelah start Sprint Race F1 GP Italia, Sabtu (11/9/2021).

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Carlos Sainz Kehilangan Kepercayaan Diri Usai Crash di FP2 GP Italia
Artikel sebelumnya

Carlos Sainz Kehilangan Kepercayaan Diri Usai Crash di FP2 GP Italia

Artikel berikutnya

Aston Martin Tidak Punya Plan B soal Sebastian Vettel

Aston Martin Tidak Punya Plan B soal Sebastian Vettel
Muat komentar