Valtteri Bottas Punya Tanggung Jawab Besar di Alfa Romeo

Bergabung dengan Tim F1 Alfa Romeo ternyata membuat Valtteri Bottas merasa memiliki tanggung jawab besar. Mengingat, ia selalu menjadi yang kedua saat masih di Mercedes.

Valtteri Bottas Punya Tanggung Jawab Besar di Alfa Romeo

Memperkuat Mercedes selama lima musim, Valtteri Bottas mencatatkan sepuluh kemenangan dan 58 podium. Sementara dalam waktu yang sama Lewis Hamilton, yang jadi rekan setimnya di Silver Arrows, menyabet empat gelar juara dunia Formula 1.

Dengan keputusan Mercedes merekrut George Russell sebagai rekan setim Hamilton pada musim 2022, Bottas memilih bergabung dengan Alfa Romeo, di mana ia diplot sebagai pemimpin, membina rookie asal Cina, Guanyu Zhou.

Pembalap Finlandia itu pun mengaku senang dengan prospek yang dimilikinya di Alfa Romeo. Apalagi, ini adalah kali pertama Bottas menjadi pembalap paling berpengalaman di dalam sebuah tim.

"Alfa Romeo memiliki warisan yang hebat di industri otomotif dan olahraga balap tentunya. Memperkuat brand ini menjadi tanggung jawab besar bagi saya," ujar Bottas.

"Dan untuk pertama kalinya dalam karier saya, saya adalah pembalap yang lebih berpengalaman. Saya pikir juga sudah saatnya saya jadi senior karena saya akan memulai musim kesepuluh saya di F1.

"Jadi, yang pasti saya merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memandu dan membantu tim menuju kesuksesan. Saya akan mengerahkan segalanya untuk itu."

Valtteri Bottas, Alfa Romeo C42

Valtteri Bottas, Alfa Romeo C42

Photo by: Davide Cavazza

Alfa Romeo memang terkenal memiliki fasilitas yang bagus di Hinwill. Hanya saja, ukuran timnya tentu saja lebih kecil jika dibandingkan dengan Mercedes.

Saat ditanyakan oleh Motorsport.com mengenai perbandingan antar dua pabrikan itu, Bottas mengaku terkejut dengan pengurangan jumlah staf Alfa Romeo.

Akan tetapi, di sisi lain, ia merasa ukuran tim dan jumlah staf yang lebih sedikit juga memiliki keuntungannya sendiri.

"Saya sudah lihat fasilitasnya, dan kami memiliki fasilitas yang bagus. Mereka melakukan investasi besar di pabriknya, jadi fasilitas saya rasa bagus," tuturnya.

"Yang membuat saya sedikit terkejut adalah jumlah orang di pabrik. Jumlahnya lebih sedikit, sehingga pabrik terlihat kurang sibuk.

"Tentu saja lebih kecil (dibandingkan Mercedes). Namun, saya rasa kami memiliki keuntungan sendiri. Kami bisa memberikan respons dan reaksi yang cepat akan sesuatu, karena kami tidak perlu menunggu persetujuan dari sepuluh orang lebih.

"Kami hanya perlu meminta pendapat dari satu orang dan semuanya selesai. Jadi itu bisa dibilang sisi baiknya (dari jumlah staf yang sedikit)."

Salah satu aspek yang ingin ditingkatkan oleh Alfa Romeo adalah simulator. Alfa Romeo sebenarnya sudah mendapatkan simulator tersebut di tahun 2019.

Baca Juga:

Sayangnya, perangkat simulator baru mereka gunakan musim 2021, karena adanya penundaan terhadap operasional pabrik yang disebabkan pandemi Covid-19.

Pembalap 32 tahun itu kemudian mengakui bahwa simulator Alfa Romeo masih perlu ditingkatkan lagi kualitasnya, agar semakin mirip dengan dunia nyata.

"Masih ada pekerjaan yang perlu dilakukan, terutama di segi simulator. Hari-hari pertama tahun ini justru kami gunakan untuk mengembangkan simulator, bukannya melakukan uji coba mobil," ungkap Bottas.

"Dengan mobil baru, pekerjaan yang sudah kami lakukan hanya estimasi. Saya bahkan belum bisa mengendarai mobilnya dengan baik.

"Setelah tes di Barcelona, kami akan kembali dan kami akan mencoba menggabungkan data dunia nyata dan simulator. Hardware dan software adalah hal yang paling penting jika ingin memiliki simulator yang bagus."

dibagikan
komentar

Video terkait

Ini Jenis Kompon Ban yang Disiapkan Pirelli untuk Tes Barcelona

Lando Norris Lakukan Eksperimen demi Adaptasi dengan MCL36