Bottas Utamakan F1 meski Tidak Menutup Peluang ke Reli

Posisi Valtteri Bottas di Mercedes-AMG Petronas F1 Team kian sulit menyusul kabar bakal ditariknya George Russell dari Williams untuk Formula 1 2022 mendatang.

Bottas Utamakan F1 meski Tidak Menutup Peluang ke Reli

Dalam sesi jumpa pers Formula 1 Grand Prix Inggris yang digelar pada Kamis (15/7/2021), Valtteri Bottas mendapatkan rentetan pertanyaan yang cukup berat terkait masa depannya.

Meskipun kontrak pembalap Finlandia tersebut akan habis pada akhir musim F1 2021, Mercedes belum menunjukkan tanda-tanda mengajaknya bernegosiasi. Padahal, rekan setimnya, Lewis Hamilton, sudah dipastikan bertahan sampai F1 musim 2023 nanti.

Posisi Bottas di tim yang bermarkas di Brackley, Inggris, tersebut kian terdesak karena nama George Russell kian santer disebut bakal menggantikannya. Russell, yang kontraknya juga akan habis di Williams, adalah pembalap muda binaan Mercedes.

Dalam sesi tanya-jawab menjelang GP Inggris, sejumlah wartawan menanyakan kepada Bottas apakah dirinya bakal pindah ke Kejuaraan Dunia Reli (WRC) jika tidak mendapatkan tim yang kompetitif untuk F1 2022.

“Pertama, saya tidak berpikir seperti itu. Saya selalu mencoba berpikir positif dan tahu apa yang saya inginkan. Saya ingin bertahan di tim (Mercedes). Itu peluang terbaik saya untuk memenangi banyak balapan dan bertarung merebut gelar tahun depan,” ucap Bottas.

“Jika tidak memungkinkan lagi, saya akan melihat opsi lain di Formula 1 karena saya mencintai balapan ini. Saya menikmatinya. Mungkin, masih ada beberapa tahun lagi kesempatan buat saya.”

Valtteri Bottas dan navigator Timo Rautiainen, PH Sort Citroen DS3 WRC, saat turun di Reli Arctic Lapland 2020.

Valtteri Bottas dan navigator Timo Rautiainen, PH Sort Citroen DS3 WRC, saat turun di Reli Arctic Lapland 2020.

Foto oleh: PH Sport

Reli memang sangat populer di negara asal Bottas, Finlandia. Sejumah kampiun WRC yang kemudian menjadi legenda reli dunia, berasal dari Finlandia seperti Markku Alen (kampiun 1978), Ari Vatanen (1981), Juha Kankkunen (1986, 1987, 1991, 1993), Tommi Makinen (1996-1999), hingga Marcus Gronholm (2000, 2002).

Bottas pun pernah beberapa kali turun di reli. Pada Januari 2019, ia turun di Reli Arctic dengan memenangi satu trayek khusus (SS) untuk finis di P5 overall. Lalu, pada Desember 2019, Bottas memenangi Rallycircuit Cote d'Azur di sekitar Sirkuit Paul Ricard, Prancis.

Pada 2020, Bottas kembali berpartisipasi di Reli Arctic Lapland dengan mengemudikan Citroen DS3 WRC dan mampu finis di posisi kesembilan.

Terakhir, Januari lalu, Bottas untuk kali ketiga berlomba di Reli Arctic Lapland. Ia berhasil naik podium di salah satu kelas dan finis P6 overall.

“Reli? Saya memang bisa menikmatinya. Sungguh menarik bisa berada di dalam mobil reli. Tetapi untuk menjadi pekerjaan akan cukup sulit. Banyak pereli hebat dan kompetitif karena mereka sudah melakukannya hampir seumur hidup,” kata Bottas.

“Namun, saya tidak pernah mengatakan tidak (untuk turun di reli). Saat ini, seperti saya bilang, saya akan fokus penuh di Formula 1. Terdekat, ya di GP Inggris ini.”

Baca Juga:

Pemenang sembilan Grand Prix – semua bersama Mercedes, yang diperkuatnya sejak 2017 – itu juga ditanya apakah jika pindah tim dirinya harus mengubah mindset setelah lima musim membela Mercedes.

“Tentu. Anda harus mengubah pola pikir karena itu akan menjadi babak baru karier Anda. Mentalitas Anda juga harus berubah. Biasanya, pada musim pertama Anda tidak akan mematok target tinggi, memenangi balapan atau kejuaraan dunia,” ucap Valtteri Bottas.

“Tetapi, seperti saya bilang sebelumnya, target utama saya saat ini adalah mempertahankan posisi di Mercedes. Saya kira, kami sudah mampu membuat tim ini menjadi sangat kuat dalam beberapa tahun terakhir. Kita lihat saja nanti.” 

Menjelang GP Inggris, Valtteri Bottas berada di peringkat kelima klasemen dengan 92 poin. Runner-up F1 2019 dan 2020 itu terpaut 58 poin dari Lewis Hamilton di P2 dan 90 angka dari Max Verstappen (Red Bull Racing) di puncak klasemen. 

dibagikan
komentar
Galeri: Penampakan Pertama Mobil F1 2022

Artikel sebelumnya

Galeri: Penampakan Pertama Mobil F1 2022

Artikel berikutnya

FIA Akui Mobil F1 2022 Masih Butuh Banyak Pengembangan

FIA Akui Mobil F1 2022 Masih Butuh Banyak Pengembangan
Muat komentar