Merujuk Hasil Silverstone, Brawn Klaim F1 Berjalan ke Arah Tepat

Semua proses yang terjadi dalam Grand Prix Inggris, di Sirkuit Silverstone, menunjukkan kalau regulasi baru F1 dan FIA telah dieksekusi dengan tepat.

Merujuk Hasil Silverstone, Brawn Klaim F1 Berjalan ke Arah Tepat

Balapan, yang digelar Minggu (3/7/2022), berlangsung penuh drama. Selain kecelakaan karambol yang membuat mobil Zhou Guanyu terbalik dan FW44 Alex Albon menabrak pembatas, terlihat pertarungan sengit.

Saking kerasnya, beberapa sempat bersenggolan, termasuk duo AlphaTauri, Pierre Gasly dan Yuki Tsunoda, yang berujung pada keputusan untuk berhenti. Salah strategi Ferrari untuk Charles Leclerc, rusaknya sayap depan Max Verstappen, serta aksi saling serang antara Sergio Perez dan Lewis Hamilton, masih jadi perbincangan.

Puncaknya Carlos Sainz mendapatkan kemenangan perdana sejak terjun ke Formula 1. Menariknya, sukses tersebut disambut gembira oleh lawan. Mick Schumacher pun memetik poin untuk pertama kali, setelah sempat menantang Verstappen.

Banyaknya cerita dari Silverstone yang timbul akibat pertarungan solid, membuat CEO Formula 1, Ross Brawn, tersenyum lebar. Misi membuat balapan kian seru karena jarak antara satu sama lain menjadi dekat tercapai.

Baca Juga:

Ia pun tak ragu mengklaim bahwa F1 telah berjalan di trek yang tepat. “Kita disuguhi bagian indah dari balapan. Yang saya suka lihat adalah ketepatan dari para pembalap. Kita menonton banyak pertarungan luar biasa yang terjadi di tikungan-tikungan,” ujarnya dikutip dari situs resmi Formula 1.

“Sering terjadi perubahan posisi dan kami lihat bahwa beberapa jalur dapat dilalui. Kami bahkan mendapati dua, tiga atau empat mobil berjalan bersisian.

“Kualitas aksi juga tinggi. Para pembalap benar-benar harus melakukan yang terbaik untuk mengambil tindakan. Itu bukan masalah menggunakan DRS (Drag Reduction System) dan berlari melewatinya.”

Mantan petinggi Ferrari tersebut mengaku lega karena tidak mendengar komentar negatif dari para pembalap, terlepas dari kesialan yang dialami. Apalagi efek porpoising dan problem lain dari mobil F1 2022, tidak terlalu dirasakan seperti beberapa putaran sebelumnya.

“Itu tidak selalu mengarah pada menyalip secara langsung, tapi mereka dapat bertahan di belakang lebih lama, mengaplikasikan lebih banyak tekanan dan memaksa yang lain membuat kesalahan. Ini semua berkembang secara signifikan,” Brawn menuturkan.

“Saya kira tidak ada satu pembalap pun yang tidak antusias tentang itu. Cara mobil mengikuti satu sama lain jauh lebih baik dari sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa F1 dan FIA berada di trek yang tepat dan dengan banyaknya yang bisa maju dengan keyakinan mengatasi apa yang diperlukan untuk masa depan.”

Valtteri Bottas, Alfa Romeo F1 Team, Ross Brawn, Managing Director of Motorsports, FOM

Valtteri Bottas, Alfa Romeo F1 Team, Ross Brawn, Managing Director of Motorsports, FOM

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Helmut Marko: Syarat Sergio Perez Juara, Kalahkan Max Verstappen
Artikel sebelumnya

Helmut Marko: Syarat Sergio Perez Juara, Kalahkan Max Verstappen

Artikel berikutnya

Ulasan Teknik: Upgrade Ferrari pada F1 GP Inggris

Ulasan Teknik: Upgrade Ferrari pada F1 GP Inggris