Brivio Klaim F1 Tak Bersahabat bagi Pembalap Muda

Direktur Olahraga Alpine F1, Davide Brivio, mengatakan sulit untuk memberi kesempatan kepada pembalap muda karena tak memiliki tim pelanggan.

Brivio Klaim F1 Tak Bersahabat bagi Pembalap Muda

Alpine yang sebelumnya bernama Renault, memiliki beberapa pembalap muda yang masuk dalam akademi mereka. Sebagian sedang berjuang di Formula 2 seperti Guanyu Zhou, Christian Lundgaard, dan Oscar Piastri.

Renault kembali ke Formula 1 sebagai tim pabrikan pada 2016, hingga saat ini belum mampu membawa talenta muda ke ajang balap jet darat. Diyakini hal tersebut juga tidak akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang.

Tim-tim besar seperti Mercedes, Red Bull, dan Ferrari yang memiliki tim pelanggan, mereka bisa menempatkan pembalap mudanya di tim-tim tersebut.

Seperti Mick Schumacher yang merupakan pembalap akademi Ferrari ditempatkan di Haas. Yuki Tsunoda, yang berstatus talenta muda Red Bull, ditempatkan di AlphaTauri untuk bertandem dengan Pierre Gasly.

Mercedes yang memasuki Formula 1 pada 2010, tidak pernah kesulitan membawa talenta mudanya dengan ditempatkan di tim pelanggan. Valtteri Bottas yang saat ini memperkuat Mercedes-AMG Petronas, sebelumnya berlomba dengan Williams pada 2013-2016.

Alpine yang tak memiliki tim pelanggan tentu saja akan sulit bagi mereka untuk memberikan kesempatan kepada pembalap mudanya di Formula 1.

“Sejak kami tak lagi memiliki tim pelanggan, situasinya semakin sulit bagi kami. Jadi, ini membuat kami harus merekrut pembalap muda langsung ke tim utama,” kata Brivio.

“Ketika saya bekerja di MotoGP, saya senang mencapai kesepakatan dan bekerja dengan pembalap muda. Mereka selalu memiliki motivasi tinggi dan determinasi. Tapi, tim utama membutuhkan talenta besar dan berpengalaman.

“Ini juga berdasarkan situasi. Misalnya, di MotoGP beberapa tahun lalu kami menyadari ada perubahan generasi. Itu merupakan momen spesial, dan juga bersejarah. Pembalap terbaik semakin tua dan mereka harus mengakhiri karier. Jadi, generasi baru berdatangan.”

Baca Juga:

Beberapa tahun lalu, MotoGP sebenarnya tidak mengizinkan seorang pembalap muda yang ingin berkompetisi di kelas premier langsung bergabung dengan tim pabrikan. Mereka harus mendapatkan pengalaman bersama tim satelit.

Hal tersebut dilakukan agar kejuaraan tetap menarik dan tim pabrikan tetap kompetitif. Tetapi, aturan tersebut diubah sehingga pembalap muda bisa langsung gabung dengan tim pabrikan seperti yang dilakukan oleh Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

“Ada banyak talenta muda di Formula 1 saat ini dan mereka bisa langsung tampil bagus. Tapi kami telah memiliki Fernando Alonso. Meski dia sudah tak muda lagi, tapi dia sangat bertalenta, berpengalaman dan penting bagi tim,” ujar Brivio.

“Kami memiliki program pembalap muda, dan sangat bagus untuk menggunakannya jika ada kesempatan.”

dibagikan
komentar
Tatap F1 2022, Sirkuit Paul Ricard Lakukan Modernisasi

Artikel sebelumnya

Tatap F1 2022, Sirkuit Paul Ricard Lakukan Modernisasi

Artikel berikutnya

Bottas Hampir Pensiun Usai Skandal Team Order

Bottas Hampir Pensiun Usai Skandal Team Order
Muat komentar