Buntut Insiden dengan Verstappen, Hamilton Jadi Korban Rasialisme Daring

Lewis Hamilton menjadi sasaran pelecehan rasialisme daring usai terlibat insiden dengan Max Verstappen, serta keberhasilannya dalam memenangi F1 GP Inggris.

Buntut Insiden dengan Verstappen, Hamilton Jadi Korban Rasialisme Daring

Balap jet darat di Silverstone, Minggu (18/7/2021), menarik perhatian banyak penggemar motorsport. Penyebabnya, senggolan antara Hamilton dan Verstappen di Tikungan Copse.

Hamilton dapat melanjutkan lomba, sebaliknya Verstappen harus dibawa ke rumah sakit setempat untuk menjalani pemeriksaan. Pembalap Red Bull ini membentur tyre barrier dengan daya impak mencapai 51G.

Tersingkirnya sang rival membuka lebar peluang Hamilton untuk keluar sebagai pemenang lomba. Juga terbantu team order dari Mercedes, yang meminta Valtteri Bottas mengalah agar rekan setimnya itu bisa mengejar Charles Leclerc.

Berkat torehan kemenangan pada F1 GP Inggris, Hamilton turut berhasil memangkas selisih poin dengan Verstappen. Kedua pembalap kini hanya dipisahkan delapan poin.

Baca Juga:

Namun, buntut insiden dengan Verstappen membuat Hamilton jadi korban rasialisme daring. Sejumlah pesan bernada pelecehan ditujukan kepada #44 atas unggahan tim Mercedes di Instagram yang merayakan kemenangan.

Tujuh kali juara dunia Formula 1, Hamilton, secara konsisten menentang ketidaksetaraan rasial sepanjang kariernya.

Sebelumnya dia menyuarakan dukungan kepada Bukayo Saka, Marcus Rashford dan Jadon Sancho, yang mendapat pelecehan daring usai ketiga pemain timnas Inggris itu gagal mengeksekusi penalti saat Final Euro 2020.

Dalam beberapa bulan terakir, Hamilton begitu vokal menyuarakan perang melawan rasisme, sembari menyerukan tindakan nyata untuk menciptakan masyarakat yang lebih beragam dan inklusif.

Komisi Hamilton, badan yang dibentuk oleh pembalap Mercedes itu bersama Royal Academy of Engineering, adalah untuk melihat hambatan agar lebih banyak representasi orang kulit hitam di motorsport.

Awal pekan lalu, Komisi Hamilton merilis laporan serta membuat 10 rekomendasi guna meningkatkan peluang baik orang berkulit hitam, baik di industri motorsport maupun sistem pendidikan Inggris.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B unggul atas Lewis Hamilton, Mercedes W12 selepas start di F1 GP Inggris 2021

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B unggul atas Lewis Hamilton, Mercedes W12 selepas start di F1 GP Inggris 2021

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

“Ini semua tentang pemahaman. Saya mengajukan banyak pertanyaan untuk waktu yang sangat lama, selama bertahun-tahun. Mengapa saya salah satu dari sedikit orang kulit berwarna di sini? Tidak pernah ada jawaban yang baik, tidak ada yang pernah tahu,” ucap Hamilton melansir Sky Sports F1.

“Tidak ada yang akan melakukan pekerjaan itu, jadi itu adalah kesempatan sempurna bagi saya. Saya seperti, ‘Saya akan melakukan pekerjaan dan mendapatkan penelitian'. Bagi saya, saya benar-benar ingin memahami akar penyebabnya, juga industrinya, agar kami bisa melakukan perjalanan bersama.

“Jadi, sangat bagus untuk melihat apa yang akan dibuat Formula 1 (program beasiswa untuk kelompok yang kurang terwakili) dan saya tahu FIA akan segera menyusul.

“Tapi itu semacam pencegahan, itu tidak dilakukan dengan penelitian ini. Mereka sekarang akan memiliki temuan ini untuk benar-benar dapat mendukung dan memastikan bahwa itu cukup, sehingga kami benar-benar sampai ke akar penyebabnya dan membuat perubahan nyata.”

dibagikan
komentar
Disalip Mazepin, Mick Schumacher Akan Belajar dari Kesalahan

Artikel sebelumnya

Disalip Mazepin, Mick Schumacher Akan Belajar dari Kesalahan

Artikel berikutnya

Alonso dan Leclerc Komentari Insiden Hamilton-Verstappen

Alonso dan Leclerc Komentari Insiden Hamilton-Verstappen
Muat komentar