Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Formula 1 F1 GP Australia

Charles Leclerc Bisa Kalahkan Max Verstappen dengan Ini

Mantan pembalap Scuderia Ferrari Eddie Irvine yakin “kematangan” Charles Leclerc mampu mengalahkan “agresivitas” Max Verstappen.

Charles Leclerc, Ferrari F1-75, Max Verstappen, Red Bull Racing RB18, battle for the lead

Eddie Irvine mengungkapkan bila Charles Leclerc (Scuderia Ferrari) sudah siap merebut gelar juara dnia F1 pada musim 2022 ini. Irvine yakin bila pembalap Monako itu kini lebih kuat dibanding sang juara dunia bertahan Max Verstappen (Oracle Red Bull Racing).

Irvine, yang membela Ferrari antar 1996 sampai 1999 mendampingi Michael Schumacher, yang juga runner-up F1 1999 menilai gaya agresif Verstappen akan membuatnya banyak melakukan kesalahan tahun ini.

Pemenang empat Grand Prix dalam 145 start F1 antara 1993 sampai 2002 itu menyebut Leclerc akan mampu mengalakan Verstappen meskipun saat ini masih kalah cepat daripada pembalap asal Belanda tersebut.

“Saat ini saya menilai tidak ada pembalap secepat Verstappen. Tetapi, ia juga sering membuat kesalahan sementara Leclerc tidak melakukan itu,” kata Irvine seperti dikutip media olahraga Italia, La Gazzetto dello Sport.

Max Verstappen, Red Bull Racing, Charles Leclerc, Ferrari

Max Verstappen, Red Bull Racing, Charles Leclerc, Ferrari

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Mantan pembalap yang mengakhiri karier F1 bersama Tim Jaguar (dibeli Red Bull pada pertengahan November 2004) itu pun mengomentari kecelakaan yang dialami Leclerc pada kualifikasi GP Monako 2021 yang membuatnya tidak bisa start kendati merebut pole.

Irvine menegaskan, dirinya hanya menyoroti kesalahan-kesalahan karena gaya balap terlalu agresif. Sementara, apa yang terjadi pada Leclerc di kualifikasi GP Monako 2021 lalu itu lebih disebabkan karena kesalahannya dalam mengendalikan mobil.

“Mengalami kecelakaan seperti itu di kualifikasi secara umum tidak relevan dengan gaya balap. Verstappen membuat kesalahan yang sebagian besar terjadi karena agresivitasnya,”  ucap pria Irlandia Utara yang kini berusia 56 tahun tersebut.

Irvine, yang merebut seluruh empat kemenangannya pada F1 1999 saat menjadi runner-up di belakang Mika Hakkinen (McLaren-Mercedes), selanjutnya menjelaskan mengapa dirinya yakin Leclerc memiliki bakat lebih superior daripada Verstappen.

“Leclerc tipe pembalap yang sangat pintar, kepribadian bagus, dan matang. Untuk satu hal, saya meihat Verstappen sedikit ‘lebih muda’ dari sisi mental meskipun bakatnya juga sangat besar,” kata Irvine.

Baca Juga:

Lebih jauh Irvine menambahkan bila Leclerc dan Verstappen merupakan pembalap yang sangat kuat. Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1) memang masih pengecualian, meskipun dari sisi kecepatan, Irvine tidak yakin Hamilton sama cepatnya dengan Verstappen.

“Verstappen mengingatkan saya pada (Michael) Schumacher. Ia mampu mempertahankan kecepatan dan tidak ada pembalap yang mampu mendekatinya, meskipu pembalap itu memakai mobil yang sama,” ucap Irvine.

Musim ini, sasis Ferrari F1-75 tidak hanya cepat namun juga memiliki daya tahan dan kekuatan (reliability) bagus. Terbukti, Leclerc sudah merebut dua pole position dan menyapu bersih seluruh tiga fastest lap balapan.

Alhasil, dari tiga balapan musim ini, Leclerc mampu kokoh di puncak klasemen pembalap dengan koleksi 71 poin. Ia unggul hingga 34 poin dari rival terdekat, George Russell (Mercedes) dan 46 poin dari Verstappen (Red Bull Racing) di P6.

Di klasemen konstruktor, Ferrari sudah mengumpulkan 104 poin atau lebih banyak 39 angka dari juara dunia delapan musim terakhir, Mercedes, di posisi kedua. Red Bull Racing untuk sementara berada di peringkat ketiga dengan 55 poin.

Meskipun begitu, Irvine mengaku masih terlalu dini untuk menilai apakah Ferrari mampu menjaga posisi untuk tetap berada di jalur persaingan gelar. Selain karena musim ini masih memiliki 20 balapan ke depan, Ferrari juga sudah sangat lama tidak juara F1.

“Terlalu dini untuk menilai mereka karena setiap tahun balapan di F1 makin sulit. Anda harus menghadapi Red Bull, Verstappen, dan Adrian Newey (perancang mobil Red Bull). Ini pekerjaan yang sangat sulit,” ujar Irvine.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Sosok di Balik Kebangkitan Ferrari pada F1 2022
Artikel berikutnya Tiga DNF Red Bull Picu Kekhawatiran Sergio Perez

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia